Ungkap Kasus BLBI, KPK Panggil Artalyta Suryani

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah (Dok.Arah.com)

Arah -  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami hubungan antara pemilik PT Bukit Alam Surya, Artalyta Suryani alias Ayin dengan pemilik Bank Dagang Negara Indonesia (BDNI) Sjamsul Nursalim.

"KPK sedang mendalami interaksi dan hubungan saksi dengan Sjamsul Nursalim," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Rabu.

Ayin pada hari ini diperiksa sebagai saksi kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam pemberian Surat Keterangan Lunas (SKL) kepada BDNI yang menyebabkan kerugian negara Rp3,7 triliun.

"Saksi diperiksa untuk mendalami apa yang diketahui terkait dengan proses pencetakan tambak Dipasena yang saat itu dikerjakan oleh suami saksi," tambah Febri dikutip antara.

Baca Juga: Sambangi Kejaksaan Tinggi, Tim Rizieq Bantah Lakukan Intervensi
Kasus Chat Mesum Disebut Politik Balas Dendam, Ini Jawaban Polisi

Ayin merupakan istri dari Surya Dharma salah seorang pimpinan PT Gajah Tunggal Tbk yang juga dikendalikan oleh Sjamsul Nursalim. Ayin sudah lama mengenal Sjamsul Nursalim saat tinggal di Lampung.

Sjamsul Nursalim pun sempat meminta Surya Dharma dan Ayin untuk mengurus tambak Dipasena atau PT Dipasena Citra Darmaja. Dipasena merupakan tambak udang terbesar di Asia Tenggara saat menjadi milik Sjamsul Nursalim.

"Beberapa waktu lalu kami memeriksa petani tambak untuk melihat bagaimana proses pembangunan, kami fokus pada Rp4,8 triliun yang sudah lunas apalagi BDNI sebagai perusahaan sudah tidak ada lagi dan tambak saat ini dikerjakan petani. Intinya agar semaksimal mungkin mengembalikan kerugian negara," tambah Febri.

Ayin pernah menjadi terpidana yang divonis lima tahun penjara dalam kasus suap ke jaksa Kejaksaan Agung (Kejagung) Urip Tri Gunawan pada 2008 selaku Ketua Tim Penyelidikan kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) Sjamsul Nursalim senilai Rp6 miliar agar Urip memberikan informasi tentang penyelidikan BLBI Sjamsul Nursalim.

KPK menetapkan mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin Arsyad Tumenggung sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam pemberian Surat Keterangan Lunas (SKL) kepada Sjamsul Nursalim.

SKL diterbitkan berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2002 tentang pemberian jaminan kepastian hukum kepada debitor yang telah menyelesaikan kewajibannya atau tindakan hukum kepada debitor yang tidak menyelesaikan kewajibannya berdasarkan pemeriksaan Penyelesaian Kewajiban Pemegang Saham (PKPS).

Berita Terkait

Rizal Ramli Berharap Kasus BLBI Bukan Jadi Alat Pengalihan Isu Rizal Ramli Berharap Kasus BLBI Bukan Jadi Alat Pengalihan Isu
Patrialis Akbar Ditangkap KPK, Ketua MK:Ya Allah Saya Mohon Ampun Patrialis Akbar Ditangkap KPK, Ketua MK:Ya Allah Saya Mohon Ampun
Usut Suap Reklamasi, KPK akan Panggil Plt Gubernur DKI Jakarta Usut Suap Reklamasi, KPK akan Panggil Plt Gubernur DKI Jakarta

#Jakarta #Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) #Kasus BLBI #BLBI

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar