Sedih, Warga Purwakarta Tak Bisa Ngabuburit di Museum Digital

Taman Pancawarna di Purwakarta (foto/arah.com/Haryanto)

Arah -  Ada dua museum digital di Kabupaten Purwakarta, yang dikenal sebagai Bale Panyawangan Diorama Nusantara dan Diorama Purwakarta. Keduanya merupakan wisata pendidikan yang menjadi destinasi favorit warga. Sayangnya, masyarakat Purwakarta tidak bisa menikmati diorama tersebut untuk menunggu waktu berbuka puasa atau ngabuburit.

"Kalau jadi tempat ngabuburit sih gak, tapi tetep buka, cuma mungkin pelayanan kami sampai jam 2 siang, dari jam 8 pagi," kata Koordinator Diorama Nusantara, Endi Suhendi saat ditemui Arah.com di kantornya, Kamis (1/6).

Baca Juga: Kejutan dari Mitsubishi Indonesia Saat Temui Bayi ‘Pajero Sport’
Subhanallah, Ini Sahabat Nabi Muhammad SAW yang Masih Hidup

Oleh karena itu, pengunjung pun menurun drastis saat memasuki bulan Ramadhan. Dari sebelumnya mencapai 500 orang perhari, kini hanya 100 orang saja.

"Menurun. Dalam satu hari rata rata kurang lebih berkisar 80-100 orang. Kebanyakan yang datang di bawah jam 12 siang," tambahnya.

Endi menyatakan telah mewacanakan untuk membuka program ngabuburit di museum. Namun dirinya belum bisa memastikan apakah akan direalisasikan atau tidak.

"Sampai saat ini belum bisa dijadikan tempat ngabuburit, mungkin melihat situasi dulu, situasi pengunjung bagaimana," jelasnya.

Hal yang sama diutarakan oleh Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Purwakarta, Nina Meinawati. Dirinya membenarkan, para pekerja di diorama yang diresmikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman tersebut hanya melayani masyarakat hingga jam 2 siang.

"Iya, sayangnya belum bisa buka sore untuk ngabuburit. Soalnya anak-anak di diorama kerjanya dari pagi, saat sore sudah ingin fokus ibadah selama puasa," kata Nina.

Jam kerja pihaknya pun telah didiskusikan dengan Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi yang memerintahkan selama bulan puasa buka hingga siang, dengan alasan ibadah.

Tetapi, lanjutnya, jika banyak permintaan dari warga untuk bisa dibuka sampai sore hari dan dijadikan tempat ngabuburit, pihaknya akan mempertimbangkan usulan tersebut.

"Usulannya bagus juga, ngabuburit sambil bisa wisata sejarah nusantara dan Purwakarta. Nanti kami akan coba bahas lagi dengan staf kami," pungkasnya. (Hary Anto)

Video trending pilihan redaksi

----

Berita Terkait

Nostalgia Dedi Mulyadi Bertemu Kakek si Penjual Cendol Langganan Nostalgia Dedi Mulyadi Bertemu Kakek si Penjual Cendol Langganan
Jaga Kondisi Ramadhan,Polres Purwakarta Amankan Miras dan Petasan Jaga Kondisi Ramadhan,Polres Purwakarta Amankan Miras dan Petasan
Masjid Unik Rest Area KM 88 B Cipularang Karya Ridwan Kamil Masjid Unik Rest Area KM 88 B Cipularang Karya Ridwan Kamil

#Jakarta #Purwakarta #Ramadhan 1438 H #Ramadhan 2017 #Museum Digital #ngabuburit

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar