BI Imbau Warga Tidak Belanja Berlebihan Selama Ramadhan

Sejumlah warga membeli sayuran organik saat pasar sembako murah di Balai Pengelola Alih Teknologi Pertanian (Balai PATP) jalan Salak, Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu (1/5). Pasar sembako murah yang diselenggarakan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian yang menyediakan beras Rp. 7.500/kg, cabai merah Rp. 8 ribu/500 gram, bawang merah Rp. 13 ribu/500 gram dan aneka produk pertanian lainnya. (Foto: Antara/ Arif Firmansyah)

Arah -  Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Maluku Utara juga mengimbau agar masyarakat jangan berbelanja berlebihan di Bulan Ramadhan. Apalagi momen berpuasa, sayang kalau makanan atau bahan masakan yang sudah dibeli malah mubazir.

Kepala BI Perwakilan Malut Dwi Tugas Waluyanto di Ternate, berharap agar momentum Ramadhan ini tidak dijadikan sebagai ajang untuk melakukan pemborosan dengan berbelanja kebutuhan yang tidak mendesak.

"Kami berharap agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhannya selama Ramadan sesuai dengan kebutuhan, bukan karena selera yang mengakibatkan terjadinya inflasi," katanya pada Antara, Kamis (1/6).

Baca Juga: Kemendag Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil
Masya Allah, Cantiknya Artis-artis Hollywood Ini Kenakan Hijab

Pihaknya memprediksi pada Mei bakal inflasi pada kisaran 0,56 sampai 0,76 persen. Inflasi terjadi pada kelompok kebutuhan makanan, angkutan udara dan juga tarif listrik.

Dia mengatakan inflasi yang terjadi dipengaruhi oleh sejumlah kebutuhan makan yang mengalami kanaikan seperti bawang putih, cabe nona. Selain itu juga terdapat kenaikan pada maskapai penerbangan dan juga tarif listrik yang dinaikkan pada bulan lalu.

"Inflasi di bahan makanan terutama ikan segar dan bumbu-bumbuan seperti bawang putih, cabai merah," katanya.

Sehingga, kalau dibandingkan dengan kebutuhan yang lain cenderung stabil, karena mampu teratasi dengan disediakan permintaan pasar yang cukup memadai untuk kebutuhan masyarakat kota Ternate saat Ramadhan kali ini.

Bahkan, untuk Ramadhan banyak yang melakukan mudik, sehingga sektor jasa penerbangan juga ikut naik dan inflasi juga sangat berpengaruh ditambah lagi dengan adanya kenaikan tarif listrik pekan lalu.

"Angkutan udara dan tarif listrik juga ada kemungkinan inflasinya naik seperti angkutan udara lebih karena efek naiknya tarif listrik," ujarnya.

Menurut Miko, inflasi pada kisaran 0,56 hingga 0,76 untuk pertumbuhan perekonomian di Malut masih dikategorikan sangat baik.

"Dampaknya masih oke kok buat pertumbuhan ekonomi karena kenaikannya masih wajar," ungkapnya.

"Untuk pedagang agar jangan melakukan penimbunan mengingat kali ini aparat kepolisian akan menindak tegas oknum yang terbukti melakukan penimbunan," katanya.

Dwi berharap ada langkah-langkah yang perlu dilakukan pemerintah, melalui Tim pengendali inflasi daerah, bersama-sama menggelar sidak pasar secara rutin, penjualan sembako murah apabila dilihat ada potensi kenaikan, mengajak kerja sama ulama untuk menghimbau masyarakat pada saat ceramah atau kultum agar tidak konsumtif selama Ramadan berlangsung.

Video trending pilihan redaksi

----

Berita Terkait

Jelang Ramadhan, Polri Siap Bersinergi Jaga Harga Pangan Jelang Ramadhan, Polri Siap Bersinergi Jaga Harga Pangan
Ramadhan 2017, Polri: Berikan Kesempatan Polisi Jalankan Tugasnya Ramadhan 2017, Polri: Berikan Kesempatan Polisi Jalankan Tugasnya
Garuda Siapkan 61.324 Kursi Penerbangan untuk Mudik Lebaran Garuda Siapkan 61.324 Kursi Penerbangan untuk Mudik Lebaran

#Jakarta #sembako #Bank Indonesia #Inflasi #Ramadhan 1438 H #Ramadhan 2017

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar