Harga Makanan Sumbang Kenaikan Inflasi di Bulan Mei

Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) melakukan inspeksi mendadak (sidak) di pasar Pahing, Kota Kediri, Jawa Timur, Jumat (19/5). (Antara/Prasetia Fauzani)

Arah -  Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan, kenaikan harga bahan makanan menjadi penyumbang utama terjadinya laju inflasi pada Mei 2017 sebesar 0,39 persen.

"Kenaikan harga terjadi di seluruh kelompok pengeluaran, semua mengalami inflasi dengan kisaran berbeda," kata Suhariyant0, Jumat (2/6/2017).

Dengan inflasi pada Mei tercatat sebesar 0,39 persen, maka inflasi tahun kalender Januari-Mei telah mencapai 1,67 persen dan inflasi dari tahun ke tahun (year on year) sebesar 4,33 persen.

Suhariyanto menjelaskan, kelompok bahan makanan menyumbang inflasi 0,86 persen, karena mengalami kenaikan harga akibat tingginya permintaan jelang Ramadhan, yang masuk pada minggu keempat Mei 2017.

Baca Juga: FPI Main Hakim, Komnas Anak: Pimpinan FPI Harus Hentikan
Terkuak! Ini Tanggal Pilihan Rizieq Pulang ke Indonesia
Diteror Ormas Gara-gara Update Status? Segera lapor Kesini!

Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga adalah bawang putih yang menyumbang inflasi 0,08 persen, telur ayam ras 0,05 persen, daging ayam ras 0,04 persen serta beras, daging sapi dan cabai merah masing-masing 0,01 persen.

"Untuk bawang putih, minggu keempat ini, harganya mulai turun. Namun rata-rata bulan Mei, komoditas ini masih memberikan andil terhadap inflasi," terangnya.

Meski demikian terdapat komoditas yang harganya mulai mengalami penurunan sehingga mampu menekan inflasi dan menyumbang deflasi yaitu cabai rawit 0,04 persen, bawang merah 0,02 persen dan tomat sayur 0,01 persen.

Kelompok pengeluaran lain yang ikut menyumbang inflasi adalah makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,38 persen, karena terpengaruh kenaikan harga nasi dengan lauk, rokok kretek dan rokok kretek filter.

"Namun, harga gula pasir mengalami penurunan dan menyumbang deflasi 0,01 persen, karena kebijakan Kementerian Perdagangan yang menetapkan harga eceran tertinggi," ujarnya.

Kelompok pengeluaran lainnya adalah perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar yang menyumbang inflasi sebesar 0,35 persen, karena masih terdampak dari penyesuaian tarif listrik dengan daya 900 VA pada periode ini.

"Penyesuaian tarif listrik ini menyumbang inflasi 0,06 persen. Penyesuaian tarif pasca bayar pada Mei ini bisa berdampak pada Juni," tambah Suhariyanto.

Suhariyanto menambahkan kelompok kesehatan menyumbang inflasi sebesar 0,37 persen karena naiknya tarif rumah sakit dan kelompok sandang mengalami inflasi 0,23 persen karena naiknya harga baju muslim wanita.

Selain itu, kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan, ikut menyumbang inflasi sebesar 0,23 persen, karena naiknya harga bensin jenis pertamax dan pertamax plus serta tarif angkutan udara.

"Meski demikian tarif pulsa untuk ponsel mengalami penurunan dan tercatat deflasi pada Mei sebesar 0,01 persen," pungkasnya.

Kelompok pengeluaran lainnya yaitu kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga juga menyumbang inflasi sebesar 0,03 persen pada Mei 2017.

Secara keseluruhan, komponen harga bergejolak (volatile food) mempengaruhi inflasi Mei karena mengalami inflasi hingga 0,91 persen, diikuti harga diatur pemerintah (administered prices) 0,69 persen dan inti sebesar 0,16 persen.

Sementara itu, dari 82 kota Indeks Harga Konsumen (IHK), sebanyak 70 kota tercatat mengalami inflasi dan 12 kota menyumbang deflasi pada Mei 2017.

Inflasi tertinggi terjadi di Tual sebesar 0,96 persen dan terendah terjadi di Sampit dan Bulukumba masing-masing sebesar 0,02 persen.

Sedangkan, deflasi tertinggi terjadi di Manado sebesar 1,13 persen dan terendah di Pematangsiantar sebesar 0,01 persen.

Video Trending Pilihan Redaksi:

Berita Terkait

BPS: Inflasi Mei Lebih Tinggi Dibanding April BPS: Inflasi Mei Lebih Tinggi Dibanding April
Harga Mahal, Cabai Sumbang Inflasi Tertinggi Harga Mahal, Cabai Sumbang Inflasi Tertinggi
Meski Patah Kaki, Bocah Ini Tetap Semangat Kawal Rizieq Meski Patah Kaki, Bocah Ini Tetap Semangat Kawal Rizieq

#Jakarta #Inflasi #Badan Pusat Statistik (BPS) #Harga Pangan

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar