Momen Ormas Islam Intimidasi dan Tampar Remaja Korban Persekusi

Ilustrasi kekerasan seksual terhadap anak. (Foto: medicaldaily.com)

Arah - Dalam beberapa hari belakangan ini ramai isu persekusi yang dilakukan oleh ormas Islam untuk memberi efek jera kepada pengguna media sosial yang diduga melakukan penghinaan terhadap ulama. Persekusi sendiri yakni pemburuan sewenang-wenang terhadap seorang atau sejumlah warga dan disakiti, dipersusah, atau ditumpas.

Pada beberapa hari yang lalu, viral sebuah video seorang remaja yang menjadi korban persekusi. Diduga, remaja itu telah melakukan penghinaan terhadap ulama di media sosial Facebook.

Dalam video tersebut, remaja yang diketahui berinisial M itu diintimidasi, diancam, dan ditampar oleh sejumlah orang. Remaja yang tinggal di kawasan Cipinang itu hanya terduduk, menyilangkan tangan, sembari menundukkan kepala.

“Lu nasihatin, lu bilangin kalo bisa jangan (hina ulama di medos) deh bro. Ini udah kejadian ama gua. Lu jelasin, supaya nasibnya nggak sama kayak lu. Lu masih mending nggak diapa-apain, nggak dicolek. Kalau di Jakarta Barat udah nggak berbentuk mukanya,” kata salah seorang pria memberi pesan pada remaja korban persekusi.

“Karena kenapa, kalau FPI begini, pakai prosedural. Kita nahan, cuma masyarakat yang nggak bisa nahan. Karena kenapa? Habib Rizieq itu bukan punya FPI, punya umat Islam. FPI cuma wadah doang, oraganisasi, cuma yang cinta dengan beliau jutaan orang di indonesia,” lanjutnya.

Usai diberi ‘nasihat’, remaja itu pun diminta untuk memegang sebuah surat sebagai bentuk permintaan maaf karena dinilai telah melakukan penghinaan terhadap ulama.

Baca Juga: Sebelum Disebut di Kasus Suap, Amien 'Kecewakan' Seorang Jenderal
Begini Cara Membuat Buku Note Lucu Ala Kamu Sendiri

Sementara itu, Koordinator Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFEnet) Damar Juniarto mengatakan persekusi merupakan tindakan tidak manusiawi yang dilakukan atas dasar melakukan penghinaan terhadap ulama, hal itu karena seseorang mengungkapkan ekspresinya di media sosial yang mengakibatkan marahnya golongan tertentu.

SAFEnet mencatat berjumlah 59 orang korban telah dilakukan tindakan berbentuk perburuan dan intimidasi, terhitung sejak 27 Januari hingga 31 Mei 2017. Menurut Damar hal itu sangat bertentangan dengan kebebasan berpendapat dan demokrasi di Indonesia.

Damar menuturkan, tindakan persekusi bukan hal yang dianggap remeh, jika hal ini didiamkan nantinya korban persekusi akan terus bertambah di berbagai daerah.

"Kejadian ini bukan hal yang enteng, jika didiamkan nantinya akan menjadi ketakutan di tengah masyarakat," ucap Damar.

Video trending pilihan redaksi:

----

Berita Terkait

Diteror Ormas Gara-gara Update Status? Segera lapor Kesini! Diteror Ormas Gara-gara Update Status? Segera lapor Kesini!
Polisi Sebut Habib Rizieq Banyak Menyangkal Selama Pemeriksaan Polisi Sebut Habib Rizieq Banyak Menyangkal Selama Pemeriksaan
Perang Berlanjut, Sukmawati Ogah Tanggapi Ajakan Mediasi Rizieq Perang Berlanjut, Sukmawati Ogah Tanggapi Ajakan Mediasi Rizieq

#Jakarta #aksi persekusi #persekusi #FPI Front Pembela Islam

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar