Bayi Makin Jarang Lahir, Jepang Bakal Krisis Usia Produktif

Para pejalan kaki memegang payung berjuang melawan angin kencang dan hujan lebat yang disebabkan Topan Malakas di Nagoya, Jepang tengah, dalam foto yang diambil oleh Kyodo, Selasa (20/9). (ANTARA FOTO/Kyodo/via REUTERS)

Arah -  Jumlah kelahiran di Jepang mencapai titik terendah pada 2016, menyusut di bawah satu juta untuk pertama kali. Ini pertanda mengkhawatirkan bagi negara karena sebagian besar penduduk semakin menua dan menyusut.

Pada tahun 2016, ada 976.979 bayi lahir, namun menjadi angka itu terendah sejak 1899, saat pemerintah mulai melakukan pencatatan. Jumlah tersebut juga hanya sepertiga dari puncak kelahiran pada 1949, berdasarlan data yang dikeluarkan pada Jumat oleh kementerian Kesehatan Jepang, dikutip Antara, Minggu (4/6).

Dengan penduduk dan usia kerja menurun, Jepang bergulat dengan kekurangan parah tenaga kerja serta tingkat kelahiran rendah dan dapat membebani pertumbuhan ekonomi pada masa depan.

Pada 2065, penduduk Jepang diperkirakan menyusut menjadi 88 juta dari 127 juta pada saat ini. Dan proporsi orang di atas 65 akan meningkat menjadi 38,4 persen dari 27,6 persen, dari data Lembaga Penelitian Keamanan Sosial dan Populasi Nasional.

Baca Juga: Waspada Penipuan Pencairan Jaminan Hari Tua Jelang Lebaran
TPPO Kian Marak, Imigrasi Tunda Terbitkan 3825 Paspor Calon TKI
SMRC: Simpatisan Terhadap Rizieq Positif Terhadap ISIS

Pemerintahan Perdana Menteri Shinzo Abe telah menetapkan tujuan untuk menaikkan tingkat kelahiran namun tidak ada tanda-tanda keberhasilan.

Jumlah kelahiran per seribu orang turun ke rekor 7,8 pada tahun 2016 dari 8.0 pada tahun sebelumnya. Data itu juga menunjukan angka populasi menyusut sebanyak 330.786 dari tahun lalu.

Permintaan tenaga kerja naik ke level terkuatnya di lebih dari 40 tahun pada bulan April, sementara tingkat pengangguran bertahan stabil pada level terendah dalam dua dasawarsa.

Jepang enggan membuka pintu imigrasi karena kubu konservatif selalu menekankan homogenitas budaya dan politisi takut kehilangan suara dari kaum pekerja, yang khawatir kehilangan pekerjaan.

Video Trending Pilihan Redaksi:

----

Berita Terkait

Gempar, Baru Lahir Bayi Ini Dianggap Titisan Hanoman Gempar, Baru Lahir Bayi Ini Dianggap Titisan Hanoman
Tiru Kalsel, Sandiaga Janjikan Pasar Terapung di Kepulauan Seribu Tiru Kalsel, Sandiaga Janjikan Pasar Terapung di Kepulauan Seribu
Cium Aroma Adu Domba, Rizieq Sebut Umat Islam Difitnah Anti NKRI Cium Aroma Adu Domba, Rizieq Sebut Umat Islam Difitnah Anti NKRI

#Jakarta #Jepang #kelahiran bayi #Kelahiran anak #Anak

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar