Menkominfo: Aksi Persekusi di Medsos Bisa Kena UU ITE!

Menkominfo Rudiantara di acara World Press Freedom Day (WPFD) 2017 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Selasa (2/5). (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/Spt/17)

Arah -  Aksi persekusi yang terjadi akhir-akhir bikin resah banyak pihak. Ya, aksi itu berupa tindakan memburu seseorang atau kelompok tertentu secara sewenang-wenang untuk kemudian dihakimi.

Aksi itu belakangan kerap terjadi di media sosial, seperti Facebook, Instagram, hingga Twitter.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menegaskan aksi persekusi bisa terkena hukuman pidana karena melanggar UU tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

"Ada perburuan buat daftar disebarkan ini orang-orang dicari, nggak boleh negara kita itu negara hukum, artinya itu bisa menjadi main hakim sendiri. Kalau di dunia maya itu juga tidak bolehlah karena di UU ITE itu melakukan ancaman, menakut-nakuti ditujukan kepada pribadi-pribadi tertentu itu ada aturannya," tegas Rudiantara.

Rudiantara menjelaskan sesuai UU No 19/2016 tentang Perubahan atas UU ITE no 11/2008, melakukan tindakan mengancam dan menakut-nakuti pada pribadi dapat dikenai hukuman maksimal 6 tahun penjara dan/atau denda maksimal satu miliar rupiah. Hal ini sesuai dengan pasal 27 ayat 4 dan diatur sanksinya dalam Pasal 45.

Baca Juga: Anies ke Arab Saudi Bertemu Rizieq Shihab, Ini Kata Sandiaga Uno
Fakta Baru, Remaja Cari Informasi Kesehatan Lewat Media Sosial
Tengok Isi Rumah Mewah Bill Gates yang Biaya Bangunnya Rp838 M

Pada Pasal 45 dituliskan hukumannya pidana penjara paling lama enam tahun dan atau denda paling banyak Rp1 miliar.

Rudiantara meminta kepada masyarakat untuk tidak menebarkan pesan-pesan yang diviralkan untuk melakukan pengancaman.

"Apalagi menerima kemudian ditulis tolong viralkan atau apa, itu belum tentu juga benar. Menurut saya kalau ada kiriman pesan untuk melakukan perburuan atau apa hapus aja, tidak usah diterusin dari pada urusannya panjang," ujarnya.

Sementara untuk penanganan akun-akun yang menebarkan ancaman persekusi tersebut, pihaknya berkoordinasi dengan aparat kepolisian.

Apabila terdapat ujaran yang memicu kebencian, penghinaan atau pencemaran nama baik di dunia maya, dapat melaporkannya melalui prosedur hukum yang berlaku, bukan main hakim sendiri.

Rudiantara berharap agar masyarakat bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak perlu membagikan informasi yang tidak jelas yang malah mengundang kegaduhan.

"Janganlah kita memulai, memanas-manasi, apalagi memprovokasi, kita ini butuh ketenangan masyarakat di bulan puasa, ngapain manas-manasi," pungkas Rudiantara.

Video Trending Pilihan Redaksi:

----

Berita Terkait

Kominfo Pastikan Jaringan Telekomunikasi Aman Saat Mudik Lebaran Kominfo Pastikan Jaringan Telekomunikasi Aman Saat Mudik Lebaran
Djarot: Negara Berani Nggak Lawan Persekusi? Djarot: Negara Berani Nggak Lawan Persekusi?
Ransomware WannaCry Juga Serang Samsat dan Perusahaan Ransomware WannaCry Juga Serang Samsat dan Perusahaan

#Jakarta #Rudiantara #Menteri Komunikasi dan Informatika #aksi persekusi #persekusi #UU ITE #Media Sosial

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar