Warga Qatar Dilarang Umrah, Ini Bantahan Arab Saudi

Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz tengah menyampaikan APBN negaranya untuk tahun 2017. (Foto: Saudi Press Agency via Reuters)

Arah -Arab Saudi telah membantah negara itu melarang warga negara Qatar memasuki Kota Suci Makkah, setelah keputusan pekan lalu untuk memutuskan hubungan dengan Qatar, demikian laporan Al Arabiya pada Ahad.

Riyadh mengkonfirmasi bahwa 206 orang yang datang dari Qatar diperkenankan melintasi perbatasan Salwa pada Jumat lalu (9/6) sehingga mereka dapat melaksanakan Ibadah Umrah di Makkah.

Lembaga Pemerintah Arab Saudi yang mengawasi urusan kedua masjid agung di Makkah dan Madinah mengkonfirmasi di dalam satu pernyataan bahwa lembaga tersebut memberi layanan buat jamaah dari semua negara di dunia, termasuk Qatar, kata Xinhua. Lembaga itu menggambarkan laporan yang beredar di media sosial sebagai tuduhan tanpa dasar.

Baca Juga: Menhub Cabut Izin Sementara Qatar Airways
Dituding Pro Terorisme, Qatar Tutup Penerbangan ke Arab Saudi
Qatar Diboikot, AFC Antisipasi Dampak pada Dunia Sepakbola
Qatar Perintahkan Warganya Segera Tinggalkan Uni Emirat Arab
Situasi Memanas, Filipina Larang Warganya ke Qatar

Menurut Al Arabiya, beberapa kantor media pada Ahad melaporkan bahwa warga negara Qatar ditolak untuk memasuki Makkah dan kedua masjid agung, tapi Arab Saudi telah membantah laporan tersebut.

Pada hari yang sama dengan empat negara Arab, termasuk Arab Saudi, memutuskan hubungan diplomatik dan ekonomi dengan Qatar, para pejabat Arab Saudi mengumumkan akan menyediakan semua fasilitas dan layanan yang diperlukan oleh jamaah Qatar yang saat ini berada di Kerajaan itu.

Arab Saudi dan beberapa negara lain Arab memutuskan hubungan dengan Qatar dengan tuduhan bahwa Doha "mendukung kelompok teror dan mencampuri urusan dalam negeri negara lain Arab".

Belakangan, pada Ahad Uni Emirat Arab (UAE) dan Arab Saudi memperlihatkan tanda mengenai diredakannya ketegangan dengan Qatar, setelah satu pekan pertikaian diplomatik dengan Doha.

Pada Ahad pagi, Presiden UAE Sheikh Khalifa Bin Zayed An-Nahyan dan Raja Arab Saudi Salman Bin Abdulaziz Bin Saud menginstruksikan bahwa kelonggaran mesti diperlihatkan buat keluargQatar-Emirat dan Qatar-Saudi dengan dasar kemanusiaan.

"Apakah ini adalah awal dan logika dan kebijaksanaan?" kata Anwar Mohammed Gargash, Menteri Negara UAE Urusan Luar Negeri, di akun Twitternya.

Pada Ahad, Kuwait juga menyatakan Qatar siap mendengarkan keprihatinan negara Teluk yang telah memutuskan hubungan diplomatik dan eonomi dengannya, demikian laporan harian Arab Saudi, Arab News.

Pada 5 Juni, Arab Saudi, UAE dan Bahrain memutuskan hubungan diplomatik mereka dengan Qatar. Mereka menutup akses udara, laut dan darat ke ketiga negara itu dan memerintahkan warga negara Qatar agar meninggalkan negara mereka dalam waktu dua pekan. Ketiga negara tersebut menuduh Qatar menaja organisasi teror, termasuk kelompok yang berkaitan dengan Al-Qaida dalam perang saudara di Suriah, dan politik Iran. Sementara itu Qatar telah berulangkali membantah semua tuduhan tersebut.

Sejumlah negara lain Arab dan Timur Tengah termasuk Libya, Yaman, Mauritania, Niger dan Jordania belakangan bergabung dengan ketiga negara Arab itu. Mereka memutuskan atau menurunkan hubungan diplomatik dengan Doha.

Video Trending Pilihan Redaksi

Berita Terkait

Dilaporkan Henry Yosodiningrat, Rizieq: Wallahualam, Kita Hadapi! Dilaporkan Henry Yosodiningrat, Rizieq: Wallahualam, Kita Hadapi!
FPI Bawa Merah Putih Bertulis Bahasa Arab, MUI Merasa Disudutkan FPI Bawa Merah Putih Bertulis Bahasa Arab, MUI Merasa Disudutkan
Blusukan Dipercaya Lebih Pikat Masyarakat ketimbang Hasil Survei Blusukan Dipercaya Lebih Pikat Masyarakat ketimbang Hasil Survei

#Jakarta #Qatar Diboikot #Klarifikasi Arab Saudi #Qatar dilarang Umroh

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar