Pemerintah Gencarkan Sosialisasi Pancasila, Ini Kata SBY

Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan pidato sambutannya saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Demokrat di Hotel Lombok Raya, Mataram, NTB, Senin (8/5). Rakernas yang berlangsung hingga 9 Mei 2017 itu bertemakan " Rapatkan Barisan, Gerakkan Mesin Partai Menuju Kemenangan Pilkada 2018 dan Pemilu 2019" yang dihadiri oleh sebanyak 2.621 pengurus dan anggota Partai Demokrat dari seluruh Indonesia. (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi)

Arah -Mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan langkah pemerintah yang tengah gencar sosialisasi nilai-nilai Pancasila harus didukung.

"Berkaitan dengan apa yang sedang menjadi agenda negara pemerintah sekarang, saya kira semua mengikuti negara dan pemerintah sedang gencar-gencarnya untuk melakukan sosialisasi Pancasila," katanya di Semarang, Jawa Tengah, Selasa.

Hal tersebut diungkapkannya saat Safari Ramadhan Partai Demokrat di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta yang berlangsung di Hotel Gumaya Tower, Semarang.

Ia memahami bahwa negara dan pemerintah ingin meneguhkan Pancasila sebagai dasar negara dan menjadikan kebhinnekaan atau kerukunan antaranak bangsa di tengah kemajemukan sebagai pilar kehidupan.

"Tentu, karena niat dan tujuan pemerintah ini baik, kita perlu memberikan dukungan," tandasnya.

Berkaitan dengan Pancasila dan kebhinnekaan yang sekarang tengah dikumandangkan di mana-mana, SBY mengingatkan bahwa Pancasila dan kebhinnekaan bukanlah sesuatu yang asing bagi bangsa Indonesia.

"Sebagaimana sekarang sedang dikumandangkan di mana-mana. Bukan hanya di Jakarta, bukan hanya di Semarang, bukan hanya di Yogyakarta, tetapi di seluruh Tanah Air Indonesia," katanya.

Baca Juga: SBY: Jangan Salah Pilih Gubernur, Nanti Kita Bisa Menderita
SBY: Tuduhan Antasari Tanpa Dasar, Tuduhan Itu Liar!
Ini Tanggapan Wapres JK Soal Kritikan SBY

Secara pribadi, SBY mengungkapkan perjalanan dirinya yang telah hampir 35 tahun mengabdi di jajaran TNI dan hampir 15 tahun mengabdi di jajaran pemerintahan, baik sebagai menteri maupun presiden.

"Selama masa pengabdian itu, Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika bukan hanya saya anut, tetapi secara konsekuen dan konsisten jalankan dalam pengabdian saya dan dalam kehidupan sehari-hari," katanya.

Demikian halnya bagi Partai Demokrat, kata dia, Pancasila dan kebhinnekaan bukan pula sesuatu yang asing, diawali dari lahirnya Partai Demokrat pada 9 September 2001 yang diiringi Manifesto Partai Demokrat.

Dalam manifesto itu, kata SBY, secara tegas dan jelas mencantumkan bahwa Pancasila adalah dasar dan asas Partai Demokrat dan Bhinneka Tunggal Ika menjadi sendi dan pilar partai.

"Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika bukan terletak pada spanduk, kaus, ataupun ikat kepala. Tetapi, berada dalam hati dan pikiran, dan sungguh dijalankan dalam kehidupan yang nyata," pungkasnya. seperti dikutip dari antara

Pada Safari Ramadhan di Semarang itu, SBY hadir didampingi Ani Yudhoyono beserta kedua putranya yakni Agus Harimurti Yudhoyono dan Edhie Baskoro Yudhoyono.

 Video Trending Pilihan Redaksi

Berita Terkait

Menag: Waspada Sisi Negatif Zaman Globalisasi Menag: Waspada Sisi Negatif Zaman Globalisasi
Digugat Kader Demokrat ke Kemenkumham, Ada Apa Dengan SBY? Digugat Kader Demokrat ke Kemenkumham, Ada Apa Dengan SBY?
KY Sebut Patrialis Akbar Coreng Profesi Hakim KY Sebut Patrialis Akbar Coreng Profesi Hakim

#Jakarta #Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) #Partai Demokrat #Pemerintah Indonesia #Pancasila

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar