Setya Novanto, Sosok Piawai Mengarungi Badai

Ketua Umum Partai Golkar (2016-2019) Setya Novanto. (Foto: arah.com)

Arah -  Setya Novanto terpilih sebagai ketua umum baru Partai Golkar, pada pemilihan yang berlangsung sejak Selasa (17/5) dinihari. Hasil ini tidak mengejutkan, mengingat Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR itu termasuk yang diunggulkan selain Ade Komarudin.

Sosok Setya Novanto bisa dibilang sebagai politisi kawakan. Lelaki 61 tahun itu, sudah 3 periode duduk di kursi DPR mewakili partai beringin daerah pemilihan Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam periode ketiganya ini, Setnov bahkan terpilih sebagai Ketua DPR.

Namun kasus ‘Papa Minta Saham’, membuat dia harus mengundurkan diri dari jabatan Ketua DPR. Dalam kasus tersebut, Setnov disebut mencatut nama Presiden Joko Widodo dan Menko Polhukam Luhut Panjaitan, untuk mendapatkan jatah saham Freeport.

Berita Lainnya
Pesepakbola Termahal di Tahun 2016



Kasus ini pun menjadi diperiksa Majelis Kehormatan Dewan (MKD). Suara MKD nyaris saja membuat Setnov terpental dari gedung DPR. Namun pada detik-detik menjelang pengambilan keputusan, pada 16 Desember 2015 Setnov menyatakan mengundurkan diri dari jabatan Ketua DPR.

Kasus yang ditangani MKD pun dinyatakan gugur demi hukum. Setnov dilaporkan ke MKD dalam kapasitas sebagai Ketua DPR, sehingga dengan mundurnya dia dari jabatan itu, kasusnya tak bisa lagi dilanjutkan.

Pebisnis Lihai, Kandidat Terkaya

Berita Terkait

Ini Caketum Golkar yang Diunggulkan Pengamat Ini Caketum Golkar yang Diunggulkan Pengamat
Ketatnya Pengawasan Suara untuk 'Beringin 1' Ketatnya Pengawasan Suara untuk 'Beringin 1'
Caketum Sesalkan, DPD Dukung Kandidat Sebelum Pemilihan Caketum Sesalkan, DPD Dukung Kandidat Sebelum Pemilihan

#Munaslub Golkar #Partai Golkar #Ketua Umum Partai Golkar #Setya Novanto #Ade Komarudin

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar