Dirlantas Minta Pemudik Lapor Jika Ada Sopir Ugal-ugalan

Sejumlah personel kepolisian Polres Palu mengidentifikasi kendaraan bermotor yang diangkut menggunakan bus Antar Kabupaten Dalam Provinsi (AKDP) di Terminal Angkutan Darat Mamboro, Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (15/6). Razia sepeda motor yang akan diangkut pulang mudik dengan bus itu untuk memastikan legalitas dan keamanan kendaraan selama perjalanan. (Foto/antara/Basri Marzuki)

Arah -Dirlantas Polda Sulawesi Tengah AKBP Imam Setiawan meminta warga yang mudik Lebaran menggunakan jasa transportasi darat untuk melaporkan kepada petugas jika ada sopir ugal-ugalan di jalan.

"Saya minta pemudik juga harus proaktif menegur sopir yang ugal-ugalan atau ngantuk saat menjalankan kendaraan," katanya di Terminal Mamboro, Rabu.

Ia mengatakan jika sudah ditegur atau diperingatkan, sopir tidak juga mengindahkan, maka penumpang bisa turun dan melapor ke pos polisi yang ada di sekitarnya.

Di sepanjang jalan dipastikan ada pos-pos polisi. "Silahkan singgah dan melapor, biar petugas memproses sopir nakal yang ugal-ugalan itu," kata Imam.

Imam juga mengatakan telah mengistruksikan semua polres di kabupaten/kota di Provinsi Sulteng untuk mengawasi dan mengamankan jalur-jalur yang akan dilewati angkutan mudik Lebaran di daerah atau wilayah masing-masing.

Baca Juga: Tips Mudik Aman Menggunakan Sepeda Motor
Selama Arus Mudik, Sopir 'Pocokan' Dilarang Beroperasi

Juga mengupayakan untuk memasang tanda peringatan di setiap titik-titik jalur rawan bencana alam tanah longsor dan kecelakaan lalu lintas dengan tanda segitiga merah.

Dengan demikian, setiap bus yang lewat akan ekstra hati-hati atau mengurangi kecepatan kendaraan karena di kawasan tersebut rawan tanah longsor dan kecelakaan lalu lintas.

"Tugas kami membuat nyaman dan aman bagi para pemudik Lebaran," kata Imam kepada Antara

Imam berharap semua petugas all out dalam menjalankan tugas di lapangan.

"Jangan meninggalkan posko jika sedang bertugas," pinta dia.

Jalur mudik rawan yang mendapat perhatian khusus adalah jalur nasional Taweli-Toboli atau lebih dikenal kawasan "Kebun Kopi". Jalur itu, kata Imam, rawan longsor dan kecelakaan karena memiliki banyak tikungan tajam dan disisi kiri/kanan jalan adalah tebing dan jurang cukup dalam.

Lagi pula, kondisi tanahnya labil sehingga mudah longsor saat hujan lebat mengguyur wilayah itu.

Jalur rawan lain adalah Poso-Luwuk, Tentena-Taripa, Kolaka-Beteleme dan Tambu-Kasimbar serta Palu-Napu.

Video Trending Pilihan Redaksi

Berita Terkait

Ngetwitt Lagi, SBY Serang Penyebar 'Hoax' yang Kian Merajalela Ngetwitt Lagi, SBY Serang Penyebar 'Hoax' yang Kian Merajalela
Sulit Jangkau Titik Api, Kebakaran Pasar Senen Belum Padam Sulit Jangkau Titik Api, Kebakaran Pasar Senen Belum Padam
Hasil Survei Tidak Netral, Prabowo: Terserah Siapa yang Bayar! Hasil Survei Tidak Netral, Prabowo: Terserah Siapa yang Bayar!

#Jakarta #Sulawesi Tengah #Sopir Mudik #sanksi #ugal-ugalan

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar