KBRI Keluhkan Tata Cara Malaysia Dalam Merazia TKI

Ilustrasi. TKI tanpa dilengkapi dengan dokumen resmi. (ANTARA FOTO/M N Kanwa)

Arah -Kepala Perlindungan WNI KBRI Kuala Lumpur, Yusron B Ambary, meminta para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) tidak meremehkan ancaman Imigrasi Malaysia untuk melakukan razia besar-besaran terhadap pekerja ilegal.

Usai sosialisasi kekonsuleran, ketenagakerjaan dan transportasi kepada puluhan TKI di komplek Raffles American School (RAS) Iskandar Putri Johor Bahru, Rabu, Ia meminta TKI untuk berhati-hati menghindarkan diri dari segala hal yang tidak diinginkan bersama.

Yusron berharap Pemerintah Malaysia tidak hanya menyasar pekerja ilegal, tetapi juga para pihak yang mempekerjakan pekerja secara ilegal.

"Keluhan yang sering kami dengar petugas juga merazia TKI resmi. Petugas tidak mau tahu melihat keabsahan dokumen. Prinsipnya mereka menangkap dulu dibawa ke depo setelah itu diperiksa dokumennya. Ini saya sudah minta keberatan ke pemerintah Malaysia," katanya.

Berdasarkan data KBRI Kuala Lumpur permohonan penerbitan paspor Republik Indonesia program "rehiring" dengan e-kad Pemerintah Malaysia di KBRI Kuala Lumpur mencapai 2.045 orang.

Baca Juga: TNI AL Gagalkan Penyelundupan 1 Ton Trenggiling ke Malaysia
Malaysia Terus Berupaya Kirim Bantuan Untuk Muslim Rohingya

"Permohonan masuk 2.045 orang, permohonan yang diluluskan 2.019 orang, sedangkan permohonan ditolak 26 orang," ujar Atase Imigrasi KBRI Kuala Lumpur, Mulkan Lekat.

Sebelumnya Kepala Imigrasi Malaysia, Datuk Seri Mustafar Ali merasa kecewa karena hanya 131,269 pekerja ilegal yang memanfaatkan program permohonan kartu sementara (e-kad) dari yang ditargetkan 400 ribu hingga 600 ribu.

Karena itu, Mustafar mengancam akan melakukan razia kepada pekerja ilegal besar-besaran mulai 1 Juli 2017 di seluruh negara bagian Malaysia.

"Kami telah melakukan sosialisasi kepada TKI agar memanfaatkan e-kad sebagai izin kerja sementara, tetapi ternyata menjelang berakhirnya program e-kad 30 Juni 2017 ini ternyata total hanya ada 130 ribuan orang pendaftar e-kad, jumlah tersebut jauh sekali dari ekspektasi Imigrasi Malaysia yang mengaharapkan 400 hingga 600 ribu pendaftar," katanya.

Video Trending Pilihan Redaksi

Berita Terkait

Akibat Ojek Online, Pejabat Malaysia Sebut Jakarta ‘Terbelakang’ Akibat Ojek Online, Pejabat Malaysia Sebut Jakarta ‘Terbelakang’
Polisi Sebut Habib Rizieq Banyak Menyangkal Selama Pemeriksaan Polisi Sebut Habib Rizieq Banyak Menyangkal Selama Pemeriksaan
Fadli Zon Bicarakan Pemimpin Karbitan, Sindiran untuk Jokowi? Fadli Zon Bicarakan Pemimpin Karbitan, Sindiran untuk Jokowi?

#Jakarta #KBRI Malaysia #TKI Legal #TKI Ilegal #Prosedur Razia

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar