Postingan Menyesatkan Soal Teror Mapolda Sumut, Ini Kata Polisi

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting ketika ditemui di kantornya, Medan, Sumut, Senin (26/6). (Foto: Arah.com/ Anugrah Andriansyah)

Arah - Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) angkat bicara tentang sebuah postingan di media sosial terkait penyerangan pos jaga Mapolda Sumut. Salah seorang pemilik akun memposting tentang fakta penyerangan. Namun, Polda Sumut membantah, dan akun itu disebut telah menyebarkan informasi tidak benar alias hoax. 

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting mengatakan, dari hasil penyelidikan di TKP, identifikasi dan keterangan pelaku yang hidup, terungkap dengan jelas identitas keduanya merupakan kelompok teroris. Motif mereka melakukan penyerangan terhadap Polda Sumut pun dapat disimpulkan, yakni ingin merebut senjata api Polri serta merencanakan aksi teror lanjutan.

"Jadi pemilik akun ini memutarbalikkan fakta sebenarnya," kata Rina kepada wartawan, Kamis (29/6).

Baca Juga: Polisi Diminta Waspada Aksi Teror Saat Kunjungan Obama di Jakarta
Mendagri Ingatkan Bawahannya Kembali Kerja 3 Juli

Postingan akun bernama Surya Hardyanto tersebut, ditulis dalam kolom komentar status orang lain di Facebook. Dalam postingannya, Surya menyebut kalimat-kalimat yang menggegerkan masyarakat.

Postingan tersebut yakni "Sedikit informasi saja, kebetulan rumah orang tua saya tidak jauh dari mapolda sumut.kebetulan saat berkunjung ke kediaman orang tua,sy dpt kabar bahwa peristiwa di polda itu karena masalah utang piutang.dan pembunuh dan korban sama-sana non muslim.warga di sekitar mapolda saja heran,kenapa berita di tv jd terkait masalah teroris..waallahu a'lam".

Rina pun membantah setiap kalimat di postingan tersebut. Dia mengatakan, dari hasil pemeriksaan, tidak ada hubungan antara pelaku penyerangan dengan anggota Polri yang menjadi korban, Ipda (Anumerta) Martua Sigalingging. Lanjutnya, mereka tidak saling mengenal dan tidak ada masalah utang piutang.

"Dalam akun itu disebutkan kalau pembunuh dan korban sama-sama non muslim. Itu juga berita bohong karena para pelaku di KTP-nya tercantum muslim," ujar Rina.

Rina menjelaskan, seluruh kalimat pemilik akun tersebut adalah hoax dan berbahaya bagi masyarakat yang kurang paham terhadap informasi yang sebenarnya. Oleh karena itu, Polda Sumut, telah menurunkan tim untuk mengusut pemilik akun. "Tim cyber crime Ditreskrimsus Polda Sumut sedang melakukan penyelidikan terhadap pemilik akun yang memutarbalikkan fakta tersebut," pungkas Rina. (Anugrah Andriansyah)

Berita politik terkini lainnya hanya di arah.com

Video Trending Pilihan Redaksi:

Berita Terkait

Polisi Tetapkan Tersangka Baru Terkait Penyerangan Mapolda Sumut Polisi Tetapkan Tersangka Baru Terkait Penyerangan Mapolda Sumut
Sebar Status Hoax Aksi Teror di Polda Sumut, Polisi Tangkap SH Sebar Status Hoax Aksi Teror di Polda Sumut, Polisi Tangkap SH
Ini Peran Saksi yang Diperiksa Terkait Penyerangan Mapolda Sumut Ini Peran Saksi yang Diperiksa Terkait Penyerangan Mapolda Sumut

#Jakarta #Penyerangan Mapolda Sumut #Polda Sumut #posting #Media Sosial

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar