Kamp Pengungsi Rohingya Diserang, Polisi Kabur

Seorang korban pemerkosaan berpose di sebuah kamp pengungsi sementara di Cox Bazar, Bangladesh, 11 April 2017. (REUTERS / Mohammad Ponir Hossain / Files)

Arah - Seorang polisi Myanmar melarikan diri saat sekerumunan orang menyerang kelompok Muslim Rohingya di negara bagian Rakhine, Myanmar. Pihak keamanan setempat menyatakan, Rabu (5/7/2017), serangan itu menewaskan satu orang.

Sekelompok orang yang merupakan garis keras Buddha di Rakhine melemparkan bebatuan ke arah sejumlah warga Rohingya di kawasan itu. Seorang pria berusia 55 tahun bernama Maung Nu, juga dikenal dengan nama Monir Ahmad, kata kantor Kanselir Negara Aung San Suu Kyi, tewas di lokasi.

Dua polisi kepada Reuters mengatakan bahwa seorang polisi muda tanpa senjata tengah bersama beberapa orang Rohingya saat serangan itu terjadi. Dia tidak bisa melindungi mereka dari amukan massa.

"Kami telah menanyai polisi muda itu. Dia mengaku berusaha menghentikan massa namun tidak bisa. Akhirnya, dia melarikan diri kembali ke pos penjagaan polisi," kata Kolonel Myo Thu Soe, juru bicara kementerian dalam negeri di Naypytaw.

Baca Juga: Sri Lanka Cegat Kapal Pengungsi Rohingya
Indonesia Akan Bangun Rumah Sakit Untuk Muslim Rohingya

Belum ada penangkapan atas insiden itu, namun penyelidikan sudah dilakukan, kata dia.

Negara bagian Rakhine menjadi ajang gelombang kekerasan oleh kelompok keras Buddha sejak militer melonggarkan kekuasaannya. Ratusan warga suku Muslim Rohingya tewas sementara 140.000 lainnya mengungsi akibat kerusuhan tahun 2012.

Suu Kyi, yang berkuasa sejak tahun lalu sebagai bagian dari transisi junta militer ke demokrasi, menegaskan pentingnya aturan hukum dalam penyelesaian konflik etnis antara kelompok mayoritas Buddha dan minoritas Muslim di Rakhine.

Ketegangan terus terjadi di negara bagian itu sejak pihak militer memulai operasi bersenjata sebagai respon atas perlawanan kelompok Rohingya pada Otober lalu. Namun Sittwe, sampai dengan Selasa, masih menjadi kota yang relatif aman.

Pada Selasa, tujuh orang Muslim berkunjung di Sittwe dari tempat penampungan pengungsi yang mereka tinggali sejak 2012 lalu. Mereka kemudian terlibat adu mulut dengan seseorang terkait pembelian sebuah kapal.

Pertengkaran itu menimbulkan perhatian banyak orang, dan massa kemudian mulai menyerang tujuh orang tersebut.

"Massa tidak menyerang polisi karena dia berasal dari ras yang sama," kata Letnan Kolonel Win Naung, dari kepolisian distrik Sittwe.

Myanmar sendiri tidak mengakui satu juta lebih etnis Rohingya sebagai warga negara. Mereka dinilai sebagai imigran ilegal dari Bangladesh. Terkait dengan polisi lari dari tempat kejadian itu, Myo Thu Soe beralasan bahwa dia tidak bersenjata dan belum berpengalaman.

Berita Terkait

Suu Kyi Tolak Penyelidikan Investigasi PBB di Myanmar Suu Kyi Tolak Penyelidikan Investigasi PBB di Myanmar
Militer Myanmar Temukan Kamp Pelatihan, 3 Pemberontak Tewas Militer Myanmar Temukan Kamp Pelatihan, 3 Pemberontak Tewas
Dilaporkan Henry Yosodiningrat, Rizieq: Wallahualam, Kita Hadapi! Dilaporkan Henry Yosodiningrat, Rizieq: Wallahualam, Kita Hadapi!

#Jakarta #Konflik Rohingya #Muslim Rohingya

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar