Ancaman Jakarta Seperti Marawi, Begini Tanggapan Eks Teroris

Akan Menjadikan Jakarta Seperti Marawi'. Menanggapi hal tersebut, eks mentor jihadis, Khairul Ghazali mengatakan ancaman itu bukan bualan atau gertakan semata.

Arah - Aksi pemasangan bendera ISIS di Polsek Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (4/7) yang dilakukan oleh tak dikenal sempat membuat geger pihak kepolisian.

Tak hanya itu, pelaku pemasangan bendera ISIS di Polsek Kebayoran Lama, juga meninggalkan sebuah kertas berisi pesan 'Akan Menjadikan Jakarta Seperti Marawi'. Menanggapi hal tersebut, eks mentor jihadis, Khairul Ghazali mengatakan ancaman itu bukan bualan atau gertakan semata, polisi wajib meningkatkan kewaspadaan dengan adanya pesan tersebut.

"Bisa jadi, karena mereka (teroris) pernah melakukannya di Jantho, Aceh, pada 2009. Dimana berkumpul aliansi para jihadis, cikal bakal teroris dari Poso, Lampung, Jawa, Medan, dan Aceh berkumpul disana untuk membuat pelatihan militer. Hampir seratusan orang itu," jelas Ghazali kepada arah.com di Deliserdang, Sumatera Utara, Rabu (5/7).

Baca Juga: Kamp Pengungsi Rohingya Diserang, Polisi Kabur
Diancam ISIS, GP Ansor: Dari Dulu Kita Selalu Siap!

Kamp Pengungsi Rohingya Diserang, Polisi Kabur

Lanjut Ghazali, hal itu juga sudah terjadi di Poso, Sulawesi Tengah, yang mendirikan markas latihan bagi para teroris.

"Nah sekarang mereka bergeser ke Jakarta, melalui selebaran yang langsung ditempel di depan Polsek Kebayoran Lama. Itu merupakan penantangan secara terang-terangan, polisi harus meningkatkan kewaspadaan.

Hal ini jangan dianggap remeh. Pola penyerangan di Polda Sumut, dan masjid dekat Mabes Polri itu akan terulang karena tindakan itu menginspirasi," kata Ghazali.

Tak hanya itu, ia juga menanggapi soal ancaman menyatakan perang ke polisi yang ada disebuah kertas dk Polsek Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

"Itu memang sudah dilakukan (perang ke polisi), kubu Santoso juga pernah mengatakan perang terbuka ke Polri dan TNI. Salah satu tokoh ISIS asal Indonesia Bahrun Naim juga pernah memberikan ultimatum pada tahun 2015 melalui media sosial. Isinya seperti ini, jika TNI dan Polri tidak datang ke Suriah, maka kami yang akan datang, dan membuat tidur aparat tidak pulas," beber Ghazali.

Hal itu terbukti sudah dibuktikan, dengan tindakan teror terhadap polisi. "Jadi ini sudah ada instruksinya dari Bahrun Naim di Suriah. Jadi ancaman di Polsek Kebayoran Lama itu bisa saja terjadi," pungkas Ghazali. (Nugi)

 

Video Trending Pilihan Redaksi:

Berita Terkait

DPR Minta Pemerintah Awasi 16 Daerah yang Didiami ISIS DPR Minta Pemerintah Awasi 16 Daerah yang Didiami ISIS
Ada Misteri di Lift Blok M Square, Polisi Selidiki Ada Misteri di Lift Blok M Square, Polisi Selidiki
Menag: Waspada Sisi Negatif Zaman Globalisasi Menag: Waspada Sisi Negatif Zaman Globalisasi

#Jakarta #Bendera ISIS #Atribut ISIS #Daerah ISIS

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar