Ternyata Telegram Tak Hanya Diblokir di Indonesia

ilustrasi telegram (foto/restu)

Arah -  Indonesia bukan satu-satunya negara yang menutup akses ke layanan aplikasi pesan singkat Telegram. Beberapa negara lain juga sudah melakukannya sejak tahun lalu.

Bulan lalu, Rusia mengancam memblokir Telegram bila tidak memberikan informasi kepada pemerintah mengenai perusahaan di balik Telegram.

Regulator komunikasi Russia, Roskomnadzor, menuduh Telegram melanggar peraturan mereka, dikutip Reuters, Sabtu (15/7).

Aplikasi Telegram juga populer di Iran, menurut CEO Pavel Duro, mereka memiliki 40 juta pengguna aktif bulanan di negara ini.

April lalu, berdasarkan putusan pengadilan, Iran menutup layanan panggilan suara dan voice call Telegram, namun menurut laman The Star, tidak jelas mengapa fitur itu diblokir.

Baca Juga: Ngeri! Hiu Zaman Purba Punya Tanduk di Kepalanya
Waduh! Perubahan Iklim Bikin Manusia Makin 'Ganas'
Ini Komentar CEO Telegram Usai Aplikasinya Diblokir Kominfo

Pemblokiran itu diduga bermotif politik karena terjadi setelah penangkapan belasan orang yang menjalankan saluran reformis di Telegram.

Blokir di Iran juga diperkirakan untuk melindungi perusahaan ponsel domestik.

Durov pada Januari 2016 lalu, melalui cuitan, membenarkan traffic Telegram di Arab Saudi terbatas, tapi ia tidak mengetahui alasannya.

Menurut laman Hong Kong Free Press, China juga telah memblokir Telegram sejak 2015 lalu. Alasannya karena membantu pengacara HAM yang diduga akan menyerang pemerintah.

Video Trending Pilihan Redaksi:

----

Berita Terkait

Ini Komentar CEO Telegram Usai Aplikasinya Diblokir Kominfo Ini Komentar CEO Telegram Usai Aplikasinya Diblokir Kominfo
Muncul Petisi Online Minta Batalkan Pemblokiran Telegram Muncul Petisi Online Minta Batalkan Pemblokiran Telegram
Survei Poltracking: Ahok Tetap Sandang Predikat Cagub Ter... Survei Poltracking: Ahok Tetap Sandang Predikat Cagub Ter...

#Telegram diblokir #Aplikasi pesan Telegram #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar