Gerebek Pabrik Beras di Bekasi, Polisi Sita 1.160 ton Beras

Modus si pelaku distribusi beras yang keluar dari Bulog ini awalnya 50 kg, ternyata kemudian disalahgunakan menjadi di perkecil beratnya ada yang per-10 kg atau per-5 kg yang kemudian harganya lebih mahal.

Arah - Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri menggerebek gudang beras PT Indo Beras Unggul (IBU) di Jalan Rengas km 60 Karangsambung, Kedungwaringin, Bekasi, Jawa Barat pada Kamis (20/7) malam. Sedikitnya 1.161 ton disita karena dianggap dijual secara curang.

"Berdasarkan hasil penyidikan diperoleh fakta bahwa perusahaan ini membeli gabah di tingkat petani dengan harga Rp4.900," kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Agung Setya di Jakarta, Jumat (21/7).

Menurutnya, tindakan PT IBU yang melakukan pembelian gabah di tingkat petani jauh di atas harga pemerintah dapat berakibat pelaku usaha lain merugi.

"Ini berdampak pada kerugian pelaku usaha lain," katanya.

Baca Juga: Sebelum Tewas Bunuh Diri, Chester Bennington Tulis Surat Ini
Vokalis Linkin Park, Chester Bennington Tewas Bunuh Diri

Selain itu, PT IBU lebih diuntungkan dibandingkan dengan pelaku usaha lain. Pasalnya petani akan lebih memilih menjual gabahnya ke PT IBU.

"Tindakan yang dilakukan oleh PT IBU dapat dikategorikan sebagai perbuatan curang karena merugikan pelaku usaha lain," katanya.

Agung menjelaskan, gabah yang diperoleh PT IBU kemudian diproses menjadi beras dan dikemas dengan merek MAKNYUSS dan CAP AYAM JAGO untuk dipasarkan di pasar modern dengan harga Rp13.700 per kg dan Rp20.400 per kg.

"Harga penjualan beras produk PT IBU di tingkat konsumen juga jauh diatas harga yang ditetapkan pemerintah yaitu sebesar Rp9.500 per kg," ucap Agung dikutip Antara.

Disisi lain, pelaku usaha pangan harus mengikuti harga acuan bahan pangan yang diatur pemerintah yakni Permendag 47 tahun 2017.

Polisi menduga mutu dan komposisi beras Maknyuss dan Cap Ayam Jago yang diproduksi PT IBU tidak sesuai dengan apa yang tercantum pada label. "Hal ini didasarkan pada hasil laboratorium pangan terhadap merek beras tersebut," katanya.

Kepolisian menduga terdapat tindak pidana dalam proses produksi dan distribusi beras yang dilakukan PT IBU sebagaimana diatur dalam Pasal 383 KUHP dan Pasal 141 UU 18 tahun 2012 tentang Pangan dan Pasal 62 UU nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

"Belum ada tersangka. Ini masih penyelidikan," pungkasnya.

Video Trending Pilihan Redakasi:

----

Berita Terkait

Terkait Dana Bansos, Mpok Sylvi Penuhi Panggilan Bareskrim Polri Terkait Dana Bansos, Mpok Sylvi Penuhi Panggilan Bareskrim Polri
Dituding Keliru Oleh Sylviana Murni, Ini Balasan Polri Dituding Keliru Oleh Sylviana Murni, Ini Balasan Polri
Usut Korupsi Dana Bansos Pemprov DKI, Bareskrim Gandeng BPK Usut Korupsi Dana Bansos Pemprov DKI, Bareskrim Gandeng BPK

#digerebek #Beras Pulen #Penangkapan Pelaku #Bareskrim Polri #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar