Soal HTI, Menpora Langsung Panggil Adhyaksa Dault

Mantan Menpora, Adhyaksa Dault, saat ditemui di Pelataran Masjid Agung Al-Azhar, Jakarta Selatan, pada Jum'at (21/7). (Foto: Arah.com/ Harry Muthahhari)

Arah -Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi akan segera memanggil Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault terkait pernyataannya mendukung Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

"Maka nanti akan kami panggil segera," kata Imam Nahrawi ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin.

Ia menyatakan pemerintah pada prinsipnya akan betul-betul teliti mana yang menyangkut individual dan mana sikap organisasi.

"Kita tidak mungkin mengorbankan Pramuka secara kelembagaan karena Pramuka ini telah membentuk karakter pemuda, pelajar, mahasiswa yang lebih baik," kata Imam Nahrawi.

Tapi, menurut dia, memang ada soal terkait dengan posisi Adhyaksa Dault sebagai Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.

Baca Juga: Pembubaran Ceramah, GP Ansor: Felix Siauw Itukan Kadernya HTI
Ini Sikap Tegas GP Ansor Terkait Pembubaran HTI
Pembubaran HTI, Wiranto Pastikan Sesuai Hukum yang Berlaku

Kemenpora akan mengklarifikasi lebih lanjut tapi prinsipnya tidak akan mengorbankan Pramuka apalagi mereka akan menggelar Raimuna pada tanggal 14 Agustus 2017.

"Yang kita klarifikasi tentang statement Adhyaksa yang saya dengar dan saya lihat itu mendukung kilafah, mendukung Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) meskipun waktunya sudah beberapa waktu yang lalu," katanya.

Akibat adanya kasus itu hingga saat ini pemerintah masih menahan dana yang seharusnya disalurkan untuk Kwartir Nasional Gerakan Pramuka sebesar Rp10 miliar.

"Kan tidak mungkin kemudian kita memberikan fasilitas sebelum ada klarifikasi lebih lanjut. Kami sedang mendalami karena Pramuka itu memerlukan dana secara kelembagaan tetapi harus ada sikap yang jelas nanti tentang individual yang menolak Pancasila atau secara kelembagaan Pramuka," katanya.

Menurut dia, dana itu belum akan dicairkan sebelum pemerintah yakin dengan sikap pimpinan Pramuka.

"Kita ingin menyelamatkan Pramuka secara kelembagaan.

Klarifikasi atau memanggil akan dilakukan secepatnya. Kami nanti akan koordinasi dengan Kemenko Polhukam," katanya kepada Antara

Video Trending Pilihan Redaksi

Berita Terkait

HTI: Demokrasi Tidak Sesuai dengan Asas Islam HTI: Demokrasi Tidak Sesuai dengan Asas Islam
Terlihat Spanduk 'Tolak Pembubaran HTI' di Aksi Bela Ulama Terlihat Spanduk 'Tolak Pembubaran HTI' di Aksi Bela Ulama
Soekarwo Setuju Pemerintah Bubarkan Hizbut Tahrir Indonesia Soekarwo Setuju Pemerintah Bubarkan Hizbut Tahrir Indonesia

#Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) #HTI Dibubarkan #Menpora Imam Nahrawi #Adhyaksa Dault #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar