Miris! Kenakan Hijab, Seorang Perempuan di Tiongkok Dicap 'Gila'

Bagi warga di Tiongkok mengenakan hijab masih di anggap tabu (foto: BBC).

Arah -  Hijab, penutup kepala, disebut juga sebagai salah satu aksesories, simbol keagamaan dan budaya.

Wanita muslim di seluruh dunia pun mengenakannya. Karena mengenakan hijab, menutupi rambut dan kepala merupakan identitas Islami wanita.

Dan didalam konteks kebudayaan, hijab menjadi pakaian resmi muslim yang dikenakan wanita.

Namun bagi warga di Tiongkok mengenakan hijab masih di anggap tabu, Meski pemeluk agama Islam di Tiongkok lumayan banyak. Hal tersebut diungkapkan  Rahmah, perempuan muslim yang lahir dan tinggal di Provinsi Qinhai, Tiongkok.

Perempuan yang memiliki nama Tiongkok, Ye Qingfang itu mengaku telah memakai hijab sejak masuk ke perguruan tinggi dan pada saat itu ia sering mendapat diskriminasi dari lingkungan sekitar.

Baca Juga: Canggih! Kacamata Ini Bisa Bikin Penderita Insomnia Tidur Cepat
Ilmuwan: Sapi Jadi Harapan Baru Manusia Lawan Virus HIV

Karena mengenakan hijab, ia dianggap orang yang unik karena berbeda dari yang lainnya, bahkan ada menganggap ia orang gila.

"Pada awalnya, orang-orang mungkin tidak mengerti. Mereka menyuruhku ke konsultan kejiwaan. Mereka bertanya apakah saya telah dimanipulasi oleh kelompok-kelompok setan atau yang terkait dengan itu," katanya dikutip dari BBC.

Kendati demikian, Rahmah bersikukuh tetap memakai hijab dan akan tetap meyakini agama Islam sebagai agamanya. Ia sekarang berupaya untuk mengajak perempuan muslim di Tiongkok agar berani mengangkat identitas keislamannya.

Rahmah berprofesi sebagai guru di Beijing. Semula ia mengajar di lingkungan tempat tinggalnya di Qinhai, tapi karena di Qinhai tak memperbolehkan memakai hijab, ia mengalah dan kemudian pindah.

Selain sebagai pengajar, Rahmah juga membuka bisnis hijab di Tiongkok, karena ia ingin perempuan muslim di Tiongkok percaya diri dengan menggunakan hijab.

"Saya berharap perempuan Muslim percaya diri untuk memakai jilbab, dan tetap tenang dan elegan di tempat-tempat kerja," pungkasnya.

Berita Terkait

Kapolri Nilai Sikap Radikal Bisa Positif, Jika... Kapolri Nilai Sikap Radikal Bisa Positif, Jika...
Menag: Waspada Sisi Negatif Zaman Globalisasi Menag: Waspada Sisi Negatif Zaman Globalisasi
Hasil Survei Tidak Netral, Prabowo: Terserah Siapa yang Bayar! Hasil Survei Tidak Netral, Prabowo: Terserah Siapa yang Bayar!

#Muslim Asia #Aktivitas Muslim #Muslim Tiongkok #Belajar Agama Islam #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar