ORI Dalami Dugaan Malfungsi Administrasi Kasus Beras PT IBU

Polisi menunjukkan perbedaan beras yang sudah direkondisi (kiri) dan sebelumnya saat penggerebegan di salah satu gudang penampungan di Blitar, Jawa Timur, Selasa (30/5). Tim Satgas Pangan Polres Blitar berhasil membongkar sindikat pembuat beras rekondisi dengan modus operandi mengolah beras kualitas buruk menggunakan cairan pemutih pakaian yang kemudian dikemas kembali untuk dipasarkan menggunakan merk beras terkenal. (foto/antara/Irfan Anshori)

Ombudsman Republik Indonesia sedang melakukan pendalaman audit terhadap penggerebekan pabrik beras PT. Indonesia Beras Unggul (IBU) di Bekasi, Jawa Barat. Hal itu dilakukan untuk menindaklanjuti dugaan tindakan malfungsi administrasi atau pelanggaran hukum dan etika terhadap produsen beras merek Maknyus dan Cap Ayam Jago.

"Mengundang pihak Satgas Pangan Bareskrim Polri, Kabareskrim, KPPU dan Kementerian Perdagangan," kata Wakil Ketua ORI Lely Pelitasari Soebekty di kantornya, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (27/7).

Lely melanjutkan, sebelumnya Ombudsman juga sudah mengundang beberapa pihak terkait seperti Kementerian Pertanian, Kementerian Sosial, BPS, Bulog dan BSN serta pihak-pihak lain yang berkaitan dengan konsep kasus tersebut.

Lely menilai, langkah-langkah yang akan dilakukan oleh ORI nantinya, terkait dengan prosedur penggerebakan yang dilakukan oleh satgas pangan, jadi kewajiban Ombusman dalam hal ini melihat potensi apakah ada malfungsi administrasi dari proses hukum yang telah terjadi.

"Kita akan melakukan uji terhadap kebijakan yang menjadi dasar penggerebekan," tuturnya.

Selain itu, ORI juga akan melihat bagaimana proses dari keseluruhan kasus ini, apakah aspek yang menjadi dasar penggerebekan dalam hal ini Undang-Undang sudah sesuai tahapan ataukah belum.

Yang jelas dari aspek substansi ekonomi akan melihat kebijakan atau dasar dari mulai kasus ini terjadi.

"Jadi kita harus mencari pendalaman, dari adanya kasus yang diduga PT IBU mengoplos beras," tandasnya.

Baca Juga: Mahkamah Agung Belanda Perintahkan Pemerintah Danai Sekolah Islam
Pantau Pelanggaran Israel di Jerusalem, Komite Arab DIbentuk

Sebelumnya, gudang beras PT IBU di Jalan Rengas kilometer 60 Karangsambung, Kedungwaringan, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (20/7/2017) petang, digerebek polisi.

Penggerebekan dilakukan terkait dugaan manipulasi kandungan harga beras anak usaha dari PT Tiga Pilar Sejahtera tersebut diduga telah mengubah gabah jenis IR64 yang dibeli seharga Rp 4.900 dari petani dan menjadi beras bermerek.

Gabah itu diproduksi menjadi dua merek beras dengan harga jual berbeda, yakni Maknyuss seharga Rp 13.700 per kilogram dan Cap Ayam Jago seharga Rp 20.400 per kilogram. Kedua harga itu jauh dari yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp 9.000 per kilogram.

Dalam gudang berkapasitas 2.000 ton itu, polisi menyita 1.100 ton beras siap edar. Beras tersebut dilabeli dengan berbagai merek, antara lain Ayam Jago, Maknyuss, Pandan Wangi, dan Rojo Lele.

Pelaku terancam dikenakan Pasal 383 KUHP dan pasal 141 Undang-Undang Nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan, Pasal 62 UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, dan Pasal 382 BIS KUHP tentang Perbuatan Curang. (Muhamad Ridwan)

Video Trending Pilihan Redaksi:

----

Berita Terkait

Patrialis Akbar Terjaring OTT KPK? Ini Tanggapan MK Patrialis Akbar Terjaring OTT KPK? Ini Tanggapan MK
Polisi Sebut Habib Rizieq Banyak Menyangkal Selama Pemeriksaan Polisi Sebut Habib Rizieq Banyak Menyangkal Selama Pemeriksaan
Mau Awet Muda? Ini Saran Menteri Pertanian Mau Awet Muda? Ini Saran Menteri Pertanian

#Beras Pulen #beras #dugaan penipuan #Ombudsman Republik Indonesia (ORI) #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar