Polisi Ungkap Penjualan Bayi di Simalungun

Ilustrasi bayi (Shutterstock)

Arah - Praktik pedagangan bayi di Huta IV Aek Liman, Nagori Buntu Bayu, Hatondugan, Simalungun, Sumatera Utara berhasil diungkap pihak kepolisian. Dalam kasus tersebut, sejumlah perempuan pelayan kafe diketahui menjual bayi yang baru dilahirkan dengan perantara dukun beranak dan bidan.

"Pengungkapan kasus ini berawal laporan yang diterima Unit Reskrim Tanah Jawa pada Senin (31/7), mengenai adanya seorang pelayan kafe yang sebelumnya hamil tiba-tiba perutnya sudah kempes dan anaknya diduga dijual kepada orang lain. Sebanyak 12 tersangka diamankan dan 4 lainnya masih diburu terkait praktik ilegal ini," Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting, Senin (7/8).

Pelayan bernama Letina Boru Panjaitan alias Bunga itu pun diinterogasi. Lalu, ia mengaku telah menjual bayi yang baru dilahirkannya.

Ternyata bukan sekali, perempuan ini melahirkan anak di luar nikah lalu menjualnya. Ia mengaku sudah melakukannya sebanyak tiga kali. Anak pertama yang lahir pada Januari 2013 diberikan kepada Muda Ijin Sidabutar di Huta IV Aek Liman, Nagori Buntu Bayu, Hatonduhan, Simalungun.

Anak keduanya dijual Rp2,7 juta kepada orang lain di Huta Marjaya Asih, Nagori Saribu Asih Hatonduhan, Simalungun. Transaksi dilakukan melalui dukun beranak Hot Mariana Boru Manurung alias Bidan Manurung.

"Menurut informasi anak itu dibawa ke Batam pada Juni 2016  lalu," jelas Rina.

Baca Juga: Bergaya Unik, Claudia Adinda Rela Beli Barang Jadul Harga Mahal
Aher Ajak Warga Galakkan Salat Subuh Berjamaah di Masjid

Minggu (23/7), anak yang dilahirkannya di Praktik Bidan E Simanjuntak juga dijual. Kali ini dia dibantu bidan pembantu Eni Putri Ayu Boru Sinurat. Bayi itu dijual Rp 15 juta kepada pasangan Periyadi dan Rosdiana yang ingin mengadopsi anak.

"Kita mengamankan 1 lembar surat pernyataan untuk adopsi anak, bertanggal 24 Juli 2017 yang ditandatangani," jelas Rina.

Polisi tidak berhenti pada pelanggaran yang dilakukan Letina. Mereka juga menginterogasi Hot Mariana Boru Manurung. Perempuan ini mengaku kerap membantu para pelayan kafe yang hamil di luar nikah untuk melahirkan lalu menjual bayinya.

Setelah penelusuran yang dilakukan petugas, 5 orang pelayan kafe di Huta IV Aek Liman, Nagori Buntu Bayu, Hatonduhan, Simalungun, telah mendapatkan bantuan Hot Marina Boru Manurung.

Kelimanya yaitu: Nurselma Boru Rumapea, Putri, Kunung, Boru Manik, dan Jur Boru Nasution. Hanya Nurselma yang diamankan. "Empat lainnya sudah dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO)," jelas Rina.

Nurselma menyerahkan anaknya kepada pasangan Toti Holong Sinaga, dan Molina Boru Simanjuntak. Sementara Jur Boru Nasution menyerahkan bayinya kepada Trisno Rawadi Napitupulu dan Larmin Boru Tamba dengan imbalan Rp 7 juta.

Dalam kasus ini, para tersangka diduga telah melakukan perdagangan anak dan melakukan adopsi ilegal sebagaimana dimaksud dalam pasal 83 UU RI No 35 Tahun 2014 tentang Perubahan UU RI No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHPidana  Pasal 79 UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHPidana.

"Terhadap para tersangka sedag dilakukan proses penyidikan dan telah ditahan di RTP Polsekta Tanah Jawa," pungkas Rina. (Nugi)

Berita Terkait

Kapolda Metro Sebut Rizieq Akui Kebenaran Video Ceramah Palu Arit Kapolda Metro Sebut Rizieq Akui Kebenaran Video Ceramah Palu Arit
Rem Blong, Truk Kontainer Seruduk 4 Mobil di Jalan Layang Sunter Rem Blong, Truk Kontainer Seruduk 4 Mobil di Jalan Layang Sunter
Pasar Senen Kebakaran, Puluhan Mobil Pemadam Dikerahkan Pasar Senen Kebakaran, Puluhan Mobil Pemadam Dikerahkan

#Human Trafficking #peristiwa #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar