Tak Ada Hubungan dengan Partai, di BEI Kini ada Patung Banteng

Patung "Banteng Wulung" menjadi ikon baru di Bursa Efek Indonesia (BEI). Patung yang prasastinya ditandatangani Presiden Joko Widodo ini, diresmikan oleh Menko Perekonomian Darmin Nasution dan Menkeu Sri Mulyani, Minggu (13/8). (Foto: kemenkeu.go.id)

Arah -  Kalau Kamu berkunjung ke Bursa Efek Indonesia (BEI) di kawasan SCBD Jakarta, ada hal yang baru yang bisa ditemui mulai Minggu (13/8). Hal itu adalah patung banteng berbahan fosil kayu berwarna hitam legam, yang dinamai "Banteng Wulung".

Patung tersebut diresmikan Menko Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Minggu (13/8). Prasasti yang tertera dekat patung itu sendiri, ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo. Peresmian ini merupakan salah satu rangkaian acara peringatan 40 tahun diaktifkannya kembali bursa saham di Indonesia.

Baca Juga: Awas! Ini Modus Kejahatan yang Mengincar Uang Elektronik
Ini Pesan NASA Untuk Para Penikmat Gerhana Matahari

Menko Perekonomian Darmin Nasution berharap, patung banteng yang merupakan hewan gagah perkasa itu dapat mencerminkan kinerja Bursa Efek Indonesia. "Semoga pasar modal kita tetap berkembang dengan baik dan selalu menonjol di antara pasar modal dunia," tutur Darmin.

Patung "Banteng Wulung" menjadi ikon baru di Bursa Efek Indonesia (BEI). Patung yang prasastinya ditandatangani Presiden Joko Widodo ini, diresmikan oleh Menko Perekonomian Darmin Nasution dan Menkeu Sri Mulyani, Minggu (13/8). (Foto: kemenkeu.go.id)

Bersamaan dengan peresmian patung tersebut, juga diresmikan galeri investasi yang ke-300 di Makassar. Menteri Keuangan Sri Mulyani berharap, dengan peresmian "Banteng Wulung" dan Galeri investasi di pelosok Indonesia dpt tingkatkan partisipasi masyarakat di pasar modal.

Tak Ada Hubungannya dengan Partai
Keberadaan patung Banteng yang dibuat dan didatangkan dari Bali di Bursa Efek Indonesia ini, tak ada hubungannya dengan partai politik yang memiliki lambang yang sama yaitu Banteng. 

Patung "Charging Bull" menjadi simbol Bursa Saham New York (NYSE) atau Wall Street di kawasan distrik Finansial Manhattan, Amerika Serikat. (Foto: youtube.com)

Keberadaan patung Banteng di pasar modal, mengingatkan pada patung serupa di New York Stock Exchange (Wall Street), Amerika Serikat. Jika "Banteng Wulung" di BEI terbuat dari fosil kayu, maka patung di Wall Street terbuat dari perunggu. 

Patung yang berada di Bowling Garden, kawasan bisnis finasial di Manhattan, New York ini, dinamai "Charging Bull".

Di kalangan pelaku pasar modal, ketika kinerja bursa sedang bagus biasa diistilahkan sebagai "bullish" yang mengacu ke banteng (bull). Sebaliknya, ketika indeks saham memburuk, diistilahkan sebagai "bearish" yang mengacu ke beruang (bear). 

Video Trending Pilihan Redaksi:

Berita Terkait

Pasar Senen Kebakaran, Puluhan Mobil Pemadam Dikerahkan Pasar Senen Kebakaran, Puluhan Mobil Pemadam Dikerahkan
Gejolak Kebijakan Trump Khawatirkan Pemerintah RI Gejolak Kebijakan Trump Khawatirkan Pemerintah RI
Ngetwitt Lagi, SBY Serang Penyebar 'Hoax' yang Kian Merajalela Ngetwitt Lagi, SBY Serang Penyebar 'Hoax' yang Kian Merajalela

#Bursa Efek Indonesia #Arca Banteng #Pasar Modal #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar