Peneliti Ungkap Asal Usul Emas di Bumi, Ternyata Dari...

Ilustrasi investasi emas

Arah -  Peneliti dari Universitas Harvard, Amerika Serikat, untuk pertama kalinya menemukan bukti nyata bahwa emas diproduksi oleh tabrakan dua bintang yang sangat langka.

Para ilmuwan telah mengamati peristiwa astronomi yang tidak biasa ketika emas dikirimkan dari luar angkasa. Dan peristiwa itu yang bertanggung jawab atas kehadiran logam mulia di Bumi, demikian dilansir CS Monitor, Senin (21/8).

Menurut beberapa penelitian terdahulu bintang diciptakan oleh beberapa unsur-unsur ringan. Ketika bintang meledak pada akhir masa hidupnya, bintang akan mengeluarkan unsur kalsium, zat besi, serta karbon, dan mengirimkannya ke alam semesta.

Namun, kehancuran sebuah bintang belum menemukan apakah juga mengeluarkan unsur-unsur berat seperti emas dan besi yang kemudian sampai ke Bumi.

Baca Juga: Amerika Bersiap Saksikan Gerhana Pertama Dalam 99 Tahun
Nokia 8 Resmi Dipasarkan, Ini Spesifikasinya



Tapi, kini sebuah studi dari tim astronom dari Universitas Harvard telah memberikan data alternatif mengenai pembentukan logam mulia. Emas diproduksi oleh penggabungan dua bintang yang tidak biasa, atau disebut bintang neutron.

"Dalam arti luas emas mungkin berasal dari Supernova, atau kematian dari bintang yang meledak. Tapi, itu masih diperdebatkan di beberapa komunitas ilmiah," kata Wen-fai Fong, mahasiswa pascasarjana di Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics.

"Tapi, penemuan baru ini sangat berpotensi memberikan data alternatif atau pun dominan, mengenai mekanisme produksi emas," tambah Fong.

Penelitian ini berawal dari sebuah penelitian yang buat pada bulan lalu yang mengindentifikasi sebuah ledakan sinar gamma pendek.

Baca Juga: Amerika Bersiap Saksikan Gerhana Pertama Dalam 99 Tahun
Nokia 8 Resmi Dipasarkan, Ini Spesifikasinya



Peristiwa yang dikenal sebagai GRB 130603B terjadi pada jarak 3,9 miliar tahun cahaya dari Bumi. Dan menurut catatan, jarak ledakan itu merupakan yang terdekat dengan Bumi.

Ledakan itu menyemburkan partikel-partikel dengan kecepatan tinggi ke benda-benda langit yang berada di sekitarnya, termasuk ke Bumi.

"Emas diproduksi dengan cara tersebut, dan Bumi akhirnya memiliki kandungan emas," kata Edo Berger, pemimpin penelitian yang merupakan profesor astronomi di Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics.

"Peristiwa-peristiwa serupa yang terjadi sebelum terbentuknya Tata Surya juga kaya akan kandungan emas. Tata Surya dibentuk oleh beberapa partikel, dan akhirnya emas berhasil masuk ke Bumi," tutup Berger.

Video Trending Pilihan Redaksi:

----

Berita Terkait

 Ih, 'Susu' Kecoa Akan Jadi Asupan Sehat Manusia Ih, 'Susu' Kecoa Akan Jadi Asupan Sehat Manusia
Menkopolhukam Lempar Pujian Terhadap Kinerja BNPT Menkopolhukam Lempar Pujian Terhadap Kinerja BNPT
Peneliti Klaim di Masa Lalu Bumi Punya Dua Bulan Peneliti Klaim di Masa Lalu Bumi Punya Dua Bulan

#emas #peneliti ilmiah #Riset/ Penelitian Ilmiah #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar