Kementeriannya Terlibat Korupsi, Menhub Janji Awasi Semua Proyek

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjadi pembicara pada diskusi di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (4/4). Diskusi itu membahas pemberlakuan Permenhub No.32 tahun 2016 tentang regulasi taksi online. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Arah -Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berjanji akan mengawasi secara rinci semua proyek yang berjalan di kementeriannya agar kasus yang menimpa seperti dirjen Perhubungan Laut tak terulang lagi.

"Kalau dulu saya lebih banyak di fungsi pengawasan, tapi yang akan datang saya akan lebih awasi dan teliti secara rinci semua proyek yang ada di kementerian," kata Menhub Budi kepada pers di Surakarta, Jawa Tengah, Jumat.

Hal tersebut disampaikan usai menhub melakukan pertemuan dengan Walikota Surakarta FX Hadi Rudyatmo membahas transportasi dari dan menuju Bandara Adi Soemarmo.

Menhub mengatakan penetapan tersangka Dirjen Perhubungan Laut A Tonny Budiono oleh KPK akan dijadikan momentum dan pembelajaran penting agar pengawasan di semua lini harus ditingkatkan.

"Sekali lagi saya prihatin dan saya bertekad untuk memplototi lagi seluruh pelaksanaan proyek yang ada saat ini," katanya kepada Antara

Mengenai kemungkinan ada yang salah dalam tender dan pelaksanaan proyek yang menjerat dirjennya, Menhub memperkirakan kemungkinan tidak ada yang salah karena sudah melalui prosedur yang berlaku.

Baca Juga: Ini Peran Setya Novanto 'Bagi-bagi Duit' dalam Korupsi E-KTP
Proyek E-KTP Banyak Korupsi, Mendagri Lebih Berhati-hati

Namun demikian Budi akan mempelajari kembali pelaksanaan proyek yang menjerat dirjennya.

KPK setelah pemeriksaan awal yang dilanjutkan gelar perkara, menyimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi penerimaan hadiah atau janji terkait perizinan dan pengadaan proyek-proyek barang dan jasa di lingkungan Ditjen Perhubungan Laut Tahun Anggaran 2016-2017 yang diduga dilakukan oleh Dirjen Perhubungan Laut Antonius Tonny Budiono (ATB).

KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan sejalan dengan penetapan dua orang tersangka, yaitu Antonius Tonny Budiono dan Komisaris PT Adhi Guna Keruktama (AGK) Adiputra Kurniawan (APK).

Dari kegiatan operasi tangkap tangan yang dilakukan pada 23-24 Agustus 2017, KPK menyita sejumlah uang dan kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM).

Pertama, empat kartu ATM dari tiga bank penerbit yang berbeda dalam penguasaan ATB.

Kedua, sebanyak 33 tas berisi uang dalam pecahan mata uang rupiah, dolar AS, poundsterling, euro, ringgit Malaysia senilai total Rp18,9 miliar berupa tunai dan dalam rekening Bank Mandiri terdapat sisa saldo Rp1,174 milir.

Sehingga, total uang yang ditemukan di Mess Perwira Dirjen Perhubungan Laut adalah sekitar Rp20 miliar.

Pemberian uang oleh APK kepada ATB terkait dengan pekerjaan pengerukan Pelabuhan Tanjung Mas Semarang, Jawa Tengah.

"Pak Tonny sendiri mengatakan tidak ada yang salah dengan pelaksanaan proyek dan mengatakan uang yang diterima merupakan ucapan terima kasih. Namun ucapan terima kasih yang diberikan 'kakean" (kebanyakan)," kata Menhub Budi.

Video Trending Pilihan Redaksi

Berita Terkait

Menhub Bakal Cabut Izin PO Bus Rosalia Indah, Jika... Menhub Bakal Cabut Izin PO Bus Rosalia Indah, Jika...
Menteri Perhubungan Sambut Kapal Petikemas Raksasa Menteri Perhubungan Sambut Kapal Petikemas Raksasa
Namanya Disebut di Kasus Pajak, Syahrini: Allah Sayang Sama Aku Namanya Disebut di Kasus Pajak, Syahrini: Allah Sayang Sama Aku

#Kementerian Perhubungan #Budi Karya Sumadi #Menteri Perhubungan #Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) #Kasus Korupsi #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar