Tiga Cara Membelanjakan Uang untuk Kebahagiaan yang Lebih Lama

Ilustrasi uang di dalam dompet.(Stuart Miles/Freedigitalphotos.net)

Arah - Pernah mendengar pepatah yang mengatakan “Uang tidak dapat membeli kebahagiaan”?. Mungkin kita ada yang setuju dan tidak setuju dengan pepatah itu. Namun penelitian baru menyatakan sebaliknya, uang dapat membeli kebahagiaan.

Menurut David Lee Roth, vokalis band rock Van Halen, "Uang tidak bisa membelikan kamu kebahagiaan, tapi bisa membelikan kamu kapal pesiar yang cukup besar,". Kutipan ini mengandung beberapa kebenaran. Uang dan kebahagiaan itu terkait, tapi hubungannya tidak sederhana.

Penelitian menunjukkan bahwa uang sebenarnya bisa membeli kebahagiaan - tapi itu tergantung bagaimana kamu membelanjakannya.

Misalnya, tergantung berapa banyak uang yang kamu miliki. Orang yang relatif kaya tidak mendapatkan dorongan kebahagiaan yang signifikan dari lebih banyak uang. Misalnya, ketika pendapatan keluarga naik. Lebih banyak pendapatan tidak menjamin memberikan lebih banyak kebahagiaan. Dengan demikian, lebih banyak uang bisa memberi kita lebih banyak kebahagiaan, tapi hanya sampai pada pendapatan tertentu.

Namun, lebih banyak uang dapat menyebabkan lebih banyak kebahagiaan bahkan untuk yang harus dilakukan, asalkan uang tersebut digunakan untuk hal-hal tertentu. Berikut adalah tiga cara hasil penelitian yang menunjukkan bahwa kamu dapat membelanjakan uang untuk meningkatkan kebahagiaan seperti dilansir Pschology Today:

Baca Juga: DPR Soroti Pengedalian Penggunaan Mata Uang Asing di Bali
Awas! Ini Modus Kejahatan yang Mengincar Uang Elektronik

1) Membeli waktu.

Studi menunjukkan bahwa ketika kita menghabiskan uang untuk menghemat waktu, kebahagiaan kita dapat meningkat. Misalnya, periset memberi orang Rp500.000 untuk menghabiskan dua akhir pekan yang berbeda. Ketika orang-orang diinstruksikan untuk membelanjakan uangnya dengan cara yang menghemat waktu mereka, mereka lebih bahagia daripada ketika mereka disuruh menghabiskan uang untuk barang-barang material (misalnya pakaian).

Jadi jika tujuan kamu adalah kebahagiaan, maka pertimbangkan pengeluaran uang kamu untuk menghemat waktu.

Sewa seseorang untuk memotong rumput atau membersihkan rumah, memesan pizza, atau menyewa taksi daripada naik angkutan umum.

2) Menghabiskan uang untuk orang lain.

Penelitian menunjukkan bahwa membelanjakan uang untuk orang lain memberikan dorongan kebahagiaan yang lebih besar daripada menghabiskan uang untuk diri sendiri. Misalnya, periset memberi uang kepada mahasiswa sarjana, menginstruksikan setengah siswa untuk membelanjakannya untuk diri mereka sendiri (misalnya untuk membeli CD yang mereka inginkan atau pergi keluar untuk makan siang). Sementara kelompok lainnya membelanjakannya untuk orang lain (misalnya memberi Uang untuk amal atau tunawisma, atau untuk membeli hadiah untuk teman). Mereka yang menghabiskan uang untuk orang lain lebih bahagia daripada mereka yang membelanjakannya pada diri mereka sendiri.

3) Beli pengalaman, bukan benda.

Meskipun kita bisa mendapatkan dorongan kebahagiaan serupa setelah membeli sebuah pengalaman atau benda, hasil penelitian menujukkan pengalaman lebih efektif meningkatkan kebahagiaan dalam jangka panjang.

Sebagian alasannya adalah bahwa kita dengan cepat terbiasa dengan kebahagiaan yang berasal dari sesuatu, sedangkan kita dapat menghidupkan kembali unsur positif dari pengalaman melalui foto dan kenang-kenangan.

Menariknya, bahkan sebelum pembelian terpenuhi, pengalaman bisa memberi kita lebih banyak emosi positif daripada yang bisa dilakukan. Saat kita mengantisipasi mobil atau sofa baru, misalnya kita mungkin merasa tidak sabar. Saat kita mengantisipasi aktivitas seperti traveling atau bungee jumping, kita cenderung merasa senang.

Namun perlu diingat bahwa tidak masalah bagaimana kamu membelanjakan uang, sebaiknya hindari hutang. Hutang bersifat korosif terhadap kebahagiaan kita, merongrongnya lebih dari yang kita harapkan.

Video Trending Pilihan Redaksi:

Berita Terkait

Timses: Elektabiltas Ahok-Djarot Meningkat Tajam Setelah Sidang Timses: Elektabiltas Ahok-Djarot Meningkat Tajam Setelah Sidang
Berang Fatwa MUI Dikriminalisasi, Din Sindir Kapolri Berang Fatwa MUI Dikriminalisasi, Din Sindir Kapolri
Langsung Orasi Usai Diperiksa, Gema Takbir Iringi Habib Rizieq Langsung Orasi Usai Diperiksa, Gema Takbir Iringi Habib Rizieq

#uang #Uang dan Kebahagiaan #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar