Buka Forum Parlemen Dunia, Novanto Soroti Kemiskinan dan Rohingya

Ketua DPR Setya Novanto menyampaikan sambutan saat membuka Forum Parlemen Dunia untuk Pembangunan Berkelanjutan yang berlangsung di Nusa Dua, Bali, Rabu (6/9). (Foto: dpr.go.id)

Arah -  Ketua DPR Setya Novanto membuka Forum Parlemen Dunia untuk Pembangunan Berkelanjutan yang berlangsung di Nusa Dua, Bali, Rabu (6/9). Dalam sambutan pembukaan, Novanto menyebut parlemen sebagai representasi rakyat memiliki kewajiban dan tanggung jawab untuk mendukung pencapaian tujuan-tujuan dan target yang tertuang dalam Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030.

Menurutnya, banyak tantangan yang dihadapi, salah satunya kemiskinan. Dia mengungkapkan data terbaru Bank Dunia dan UNDP menunjukan jumlah orang miskin yang diukur dari tingkat konsumsi dibawah USD 1,9 dollar per hari mencapai lebih dari 700 juta orang atau lebih dari 10 persen dari jumlah penduduk dunia.

"Fakta ini menunjukkan bahwa upaya pemberantasan kemiskinan dalam segala bentuk dan dimensinya menjadi tantangan global terbesar bagi agenda pembangunan berkelanjutan," katanya.

Parlemen di berbagai negara, lanjutnya, punya peran penting mendorong pertumbuhan ekonomi yang terpelihara, inklusif dan berkelanjutan, serta memperkuat Kemitraan Global untuk Pembangunan yang Berkelanjutan.

Baca Juga: Sidang Parlemen Dunia, Momentum Bersejarah Bagi Indonesia
Parlemen dari 47 Negara Kumpul di Bali, ini yang Dibahas

Ketua Umum Partai Golkar ini juga mendorong peran parlemen untuk mengakhiri konflik maupun kekerasan yang terjadi di masyarakat di belahan dunia. "Seperti contohnya yang terjadi terhadap etnis Rohingnya di negara bagian Rakhine, Myanmar. Saya meminta pemerintah Myanmar segera memulihkan stabilitas dan memberikan perlindungan keamanan secara inklusif terhadap seluruh masyarakat di Rakhine, Myanmar. Saya berharap konflik ini tidak terjadi kembali dan perdamaian segera terwujud."

Novanto menambahkan, sebagai bagian dari pelaksanaan Agenda Pembangunan Berkelanjutan, parlemen dunia harus terus berupaya mewujudkan masyarakat yang damai, adil dan inklusif yang bebas dari rasa takut dan kekerasan. Menurutnya, pembangunan yang berkelanjutan tidak akan tercapai tanpa adanya perdamaian, dan tidak akan ada perdamaian tanpa adanya pembangunan berkelanjutan.

"Tantangan-tantangan lain sudah tentu juga perlu menjadi perhatian kita. Diantaranya memastikan kehidupan yang sehat dan mendorong kesejahteraan bagi semua untuk segala usia; memastikan pendidikan yang inklusif dan berkualitas; dan mendorong pencapaian kesetaraan gender serta memberdayakan seluruh perempuan dan anak perempuan," paparnya.

Kehadiran peserta Forum Parlemen Dunia di Bali, dinilainya memiliki arti penting, karena di sini akan dibahas pemikiran-pemikiran strategis dan perencanaan penting untuk memperbaiki kesejahteraan dan stabilitas dunia, dewasa ini dan di masa depan.

Berita Terkait

Timnas Lolos ke Semifinal Sea Games, Novanto Puji Daya Juang Timnas Lolos ke Semifinal Sea Games, Novanto Puji Daya Juang
Setya Novanto: DPR Masih Dipercaya Untuk Salurkan Aspirasi Setya Novanto: DPR Masih Dipercaya Untuk Salurkan Aspirasi
Refleksi HUT ke-72 RI, Novanto: Waspadai 3 'Isme' Refleksi HUT ke-72 RI, Novanto: Waspadai 3 'Isme'

#DPR #Setya Novanto #Parlemen #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar