Terlalu Sering Makan Steak atau Daging Merah Bisa Picu Diabetes

Daging steak (shutterstock).

Arah -  Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa mengonsumsi daging merah meningkatkan risiko diabetes tipe 2 sebesar 23 persen. Sedangkan sering makan unggas meningkatkan risiko kondisi sebesar 15 persen. Sementara, dilansir DailyMail, hal yang sama tidak berlaku untuk ikan atau seafood.

Daging merah dan unggas diperkirakan dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 karena mengandung senyawa kaya zat besi heme, serta bahan kimia lainnya yang dapat meningkatkan kerentanan seseorang terhadap kondisi resistensi insulin.

Peneliti dari Duke-NUS Medical School di Singapura menganalisis 63.257 orang dewasa berusia antara 45 dan 74 dari tahun 1993 sampai 1998. Diet atau pola makan para peserta penelitian dinilai melalui kuesioner. Diagnosis diabetes tipe 2 ditentukan dalam wawancara lanjutan antara tahun 1999 dan 2004, dan 2006 dan 2010.

Baca Juga: Makanan yang Boleh dan Tidak Boleh Disantap Saat Perut Kosong
Huhah! Usir Rasa Pedas di Lidah dengan Makanan-makanan Ini

Hasil mengungkapkan mereka dengan konsumsi daging merah tertinggi adalah 23 persen lebih mungkin untuk mengembangkan diabetes tipe 2, daripada mereka yang makan dengan jumlah terendah.

Sering makan unggas meningkatkan risiko kondisi sebesar 15 persen.
Ikan dan makanan laut tidak terkait dengan onset diabetes tipe 2.

Para periset percaya senyawa besi yang mengandung heme, dan juga bahan kimia lainnya, pada daging merah dan unggas meningkatkan risiko seseorang. Tidak jelas bagaimana heme terlibat dalam kondisi ini.

Mengonsumsi bagian ayam dengan kadar heme yang lebih rendah, seperti dada di atas paha, mungkin lebih sehat, tambahnya.

"Kami tidak melarang konsumsi daging sepenuhnya. [Kami] hanya perlu mengurangi asupan harian, terutama untuk daging merah, dan memilih dada ayam dan ikan atau kerang, atau makanan protein nabati dan produk susu, untuk mengurangi risiko diabetes. Kami ingin memberi informasi kepada masyarakat untuk membuat pilihan berbasis bukti dalam memilih makanan yang lebih sehat untuk mengurangi risiko penyakit," tutur penulis utama Profesor Koh Woon Puay.

"Temuan tersebut menegaskan rekomendasi HPB untuk mengonsumsi daging merah secukupnya, dan bahwa makanan yang sehat dan seimbang harus mengandung sumber protein yang cukup dan bervariasi, termasuk alternatif sehat untuk daging merah seperti ikan, tahu dan kacang-kacangan," imbuh Dr Annie Ling, direktur kebijakan, penelitian dan pengawasan di Singapore Health Promotion Board (HPB).

Video Trending Pilihan Redaksi

----

Berita Terkait

Lebaran Terganggu Konstipasi, Ini Penyebab dan Obat Alaminya Lebaran Terganggu Konstipasi, Ini Penyebab dan Obat Alaminya
Stop! Kebiasaan Cabut Bulu Hidung, Ini Bahaya yang Mengancam Stop! Kebiasaan Cabut Bulu Hidung, Ini Bahaya yang Mengancam
Jangan Ragu Buang Makanan yang Sudah Dihinggapi Lalat, Karena... Jangan Ragu Buang Makanan yang Sudah Dihinggapi Lalat, Karena...

#Diabetes #steak #daging #Info Kesehatan #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar