Survei Terbaru CSIS: Elektabilitas Jokowi Belum Aman

Presiden Joko Widodo (tengah) berbincang dengan warga usai menyaksikan pembagian paket sembako kepada warga di kawasan Duri Kepa, Jakarta, Kamis (22/6). Presiden mendatangi tiga lokasi yaitu Tebet Barat, Tambora dan Duri Kepa untuk membagikan paket sembako kepada warga. (Foto: Antara/Puspa Perwitasari)

Arah -  Lembaga Centre for Strategic and International Studies (CSIS) melakukan survei terhadap elektabilitas Presiden Joko Widodo. 

Survei ini dilakukan selama 23-30 Agustus 2017 terhadap 1.000 responden yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia, dengan margin of error +/- 3,1 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Peneliti Departemen Politik dan Hubungan Internasional CSIS, Arya Fernandes mengatakan, elektabilitas Jokowi pada survei terbaru ada di posisi 50,9 persen. 

"Dari angka itu menunjukkan elektabilitas Presiden Joko Widodo terus meningkat sejak tahun 2015," katanya dalam pemaparan hasil survei CSIS di Jakarta, Selasa (12/9).

Arya memaparkan, elektabilitas Jokowi pada 2015, 2016, 2017 berturut-turut 36,1 persen; 41,9 persen; dan 50,9 persen. Elektabilitas ini lebih tinggi dibandingkan rival terdekat Jokowi yakni Prabowo Subianto.

Baca Juga: Jusuf Kalla Tak Akan Jadi Ketua Timses Jokowi di Pilpres 2019
Didukung Relawan Jokowi, Khofifah: Saya Akan Lapor ke Presiden
Prabowo Mengalah Demi Menang Pilpres 2019

Menanggapi hasil survei ini, Direktur Eksekutif CSIS Philip J. Vermonte mengatakan sejatinya elektabilitas seorang petahana baru dapat dikatakan relatif aman jika menyentuh angka di atas 60 persen. 

"Sebetulnya untuk seorang incumbent lebih aman kalau angkanya 60 sampai 70 sekian persen. Tapi ini baru tiga tahun pemerintahan," kata Philip. 

Menurut dia, kepercayaan publik saat ini dapat menjadi modal Jokowi untuk bisa meningkatkan elektabilitasnya di sisa masa pemerintahannya.

Kepercayaan publik dapat diperoleh dengan meningkatkan pembangunan di bidang-bidang yang berkaitan hajat hidup orang banyak yakni perekonomian. 

Sementara itu, CSIS merekam elektabilitas Prabowo cenderung mengalami stagnasi dalam tiga tahun tersebut, masing-masing, 28 persen; 24,3 persen; dan 25,8 persen. 

Berita Terkait

Mega, Prabowo, SBY Diprediksi Jadi 'King Maker' Pilpres 2019 Mega, Prabowo, SBY Diprediksi Jadi 'King Maker' Pilpres 2019
Pilpres 2019 Diprediksi Jadi Pertarungan Jokowi-Prabowo Pilpres 2019 Diprediksi Jadi Pertarungan Jokowi-Prabowo
Ditanya Soal Pilpres di Hari Lebaran, Begini Jawaban Prabowo Ditanya Soal Pilpres di Hari Lebaran, Begini Jawaban Prabowo

#Jokowi #pilpres 2019 #Prabowo Subianto #Elektabilitas #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar