Ekonomi Islam Meningkat Pesat Capai Rp29,7 Biliun

Koleksi busana Meema Style di fashion show Ramadhan in Style (Nur Faizah/She.id)

Arah -  Islam bukan sekedar ritual ibadah bagi umat pemeluknya, namun juga merupakan gaya hidup dalam berbagai aspek. Tidak mengherankan jika umat Islam menyimpan potensi ekonomi yang luar biasa besarnya.

Survey terbaru yang dirilis J. Walter Thompson's Innovation Group mengungkapkan, dengan populasi muslim global yang mencapai 2 miliar (40 persen dari populasi dunia), potensi pasar muslim sangat besar. Di AsiaTenggara saja setidaknya ada 240 juta populasi muslim.

Jika pada 2015 valuasi pasar muslim sebesar Rp18.200 triliun, maka pada 2021 akan melonjak jadi Rp29.700 triliun.

Potensi ekonomi Islam sebesar itu, sejalan dengan Survey yang dilakukan Thompson di Indonesia dan Malaysia medio Agustus lalu. Dari survey itu tergambar, kalangan muslimah muda khususnya semakin modern dan berwawasan global. 

Baca Juga: Jakarta Dicanangkan jadi Pusat Ekonomi Syariah Dunia
Kemenpar Dukung Indonesia jadi Pusat Fashion Hijab Dunia

Survey yang dilakukan terhadap 1.000 responden itu, mengungkapkan 58 persen responden menyatakan karir sangat penting bagi kehidupan mereka. Selain itu, 80 persen responden juga mengakui pendidikan sangat penting untuk diraih sebelum karir yang baik.

Wawasan global ditunjukkan, oleh sepertiga responden yang melakukan perjalanan keluar negeri setidaknya sekali dalam setahun.

Meski demikian, seperti dikutip dari Straitstimes, muslimah yang ada pada rentang usia 18-39 tahun itu tetap mengutamakan implementasi nilai-nilai keislaman dalam kehidupan mereka. 

Hal ini misalnya terlihat pada populasi muslimah yang mengenakan hijab yang terus meningkat. Pengenaan hijab juga diadopsi oleh wanita profesional muda dan para pelajar serta mahasiswa.

Salah satu implementasi nilai keislaman yang penting bagi mereka, adalah mempertahankan kehalalan (98 persen). Misalnya terkait makanan dan produk perawatan tubuh seperi shampo dan kosmetik.

Data ini merupakan peluang untuk bisnis dengan sasaran pasar muslimah, khususnya untuk produk mode, kecantikan, teknologi dan makanan. Itulah mengapa valuasi ekonomi Islam melonjak pesat, terutama di sektor yang berkaitan dengan gaya hidup.

Berita Terkait

Akibat Ojek Online, Pejabat Malaysia Sebut Jakarta ‘Terbelakang’ Akibat Ojek Online, Pejabat Malaysia Sebut Jakarta ‘Terbelakang’
Survey: Muslimah Indonesia dan Malaysia Makin 'Moderen' Survey: Muslimah Indonesia dan Malaysia Makin 'Moderen'
Bertemu Kapolri, Henry Yosodiningrat Akan Lapor Habib Rizieq? Bertemu Kapolri, Henry Yosodiningrat Akan Lapor Habib Rizieq?

#ekonomi islam #Malaysia #muslimah #survei #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar