Produk Kamera OZO Tak Laku, Nokia PHK Karyawan Lagi

Seiring upayanya untuk menghemat biaya dan mengubah fokus bisnisnya yang menimbulkan kerugian.

Arah - Salah satu lini produk Virtual Reality atau VR milik Nokia, kamera OZO harus mengakhiri masa produksinya di persaingan teknologi virtual rality. Keputusan Nokia tak melanjutkan pengembangan produk VR karena perusahaan asal Finlandia tersebut menilai era virtual reality masih jauh dari peminatan konsumen.

Keputusan Nokia ini menjadi berita bruk bagi 28 persen karyawan Nokia Technologies. Pasalnya, perusahaan diperkirakan akan mengurangi 310 dari 1,099 karyawan yang bekerja sampai saat ini. Pengurangan karyawan bakal terjadi di Finlandia, Amerika Serikat, dan Inggris. Terkait PHK yang dilakukan, Nokia berharap keputusan yang diambil tidak memberikan dampak negatif anggota angkatan kerja di negara asalnya dan seharusnya tidak mempengaruhi operasinya di AS dan Inggris.

Atas hal tersebut, Nokia memilih paten ia miliki di lini pengembangan teknologi virtual reality akan dibiarkan begitu saja. Nokia mengatakan, perkembangan pasar VR lebih lambat dari perkiraan sehingga perkembangan versi selanjutnya untuk kamera OZO juga tak bisa lebih cepat sesuai yang diharapkan. Perusahaan menyebut mereka akan terus memberikan dukungan kepada pengguna kamera OZO.

Baca Juga: Pengguna iOS 11 Banyak Keluhkan Keterlambatan Notifikasi WhatsApp
Bos Apple: Belajar Coding Lebih Penting daripada Bahasa Inggris

"Perubahan tersebut akan mempengaruhi karyawan kami, dan sebagai perusahaan yang bertanggung jawab, kami berkomitmen untuk memberikan dukungan yang dibutuhkan kepada pihak yang terkena dampak," Gregory Lee, presiden Nokia Technologies, dikutip dari laman Variety.

Kamera yang mampu menangkap visual dengan sudut 360 derajat itu di perkenalkan dan dijual ke publik oleh Nokia sejak setahun lalu. Alih-alih mengejar VR, Nokia memilih untuk mempercepat teknologi kesehatan digital. Mereka memfokuskan diri pada Withings, jam pintar asal Perancis sekaligus perangkat yang didesain untuk kesehatan pada 2016.

Sementara itu, analis industri disebut-sebut telah mengeluarkan perkiraan bahwa yang kelewat positif untuk pasar VR. Namun sejauh ini segmen tersebut belum banyak peminat hampir di seluruh dunia. Perusahaan lain yang mengembangkan dan menjual peralatan VR termasuk Google, Samsung dan Jaunt Inc.

Video Trending Pilihan Redaksi:

----

Berita Terkait

Marsha Timothy Terpilih Jadi Aktris Terbaik di Spanyol Marsha Timothy Terpilih Jadi Aktris Terbaik di Spanyol
Fatwa Dikriminalisasi, MUI Seperti Akan Dilenyapkan? Fatwa Dikriminalisasi, MUI Seperti Akan Dilenyapkan?
Kafe Ini Sediakan Pacar Virtual untuk Temani Makan dan Minum Kafe Ini Sediakan Pacar Virtual untuk Temani Makan dan Minum

#Nokia #Nokia X #Virtual Reality #Disco Virtual Hi5 Playland #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar