Polda Metro Jaya Terapkan digitalisasi BPKB

Warga menunjukkan STNK yang baru diperpanjang di Samsat Keliling, Jakarta, Selasa (3/1). Pemerintah melalui Kepolisian Republik Indonesia akan menerapkan tarif baru penerbitan dan pengurusan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) serentak secara nasional mulai 6 Januari 2017 dengan besaran dua hingga tiga kali dari tarif lama. (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)

Arah -  Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menerapkan sistem digitalisasi pembuatan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) guna memudahkan pelayanan publik.

"Sekarang ada integrasi BPKB, saya minta sistem ini bisa dilakukan di seluruh polda," kata Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komisaris Jenderal Polisi Syafruddin di Jakarta, Senin.

Syafruddin bersama sejumlah pejabat negara menghadiri acara peresmian sistem digitalisasi dan integrasi BPKB di Polda Metro Jaya.

Menteri Perhubungan Budi Karya turut hadir bersama Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Asman Abnur, Ketua Badan Anggaran DPR Azis Syamsudin, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga S Uno, Kakorlantas Polri Irjen Roycke Lumowa, Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis dan Ketua Muri Jaya Suprana.

Syafruddin mengatakan penerapan sistem digitalisasi BPKB akan menghindari praktik pungutan liar dan tindak pidana korupsi.

Layanan berbasis daring itu mempercepat perubahan atau ganti nama kepemilikan kendaraan tanpa harus mengantri di loket Samsat Polda Metro Jaya.

[baca_juga]


Beberapa fitur layanan yang tersedia antara lain e-queue (nomor antrean elektronik) yakni penerapan informasi teknologi pelayanan BPKB pada sistem antrian yang dilengkapi RFID untuk akses fasilitas e-form.

Setelah mengakses antrean, masyarakat mendapatkan e-form yakni layanan pengisian formulir permohonan BPKB secara digital dan online dengan meletakkan kartu identitas pada RFID kemudian memasukkan nomor kode pendaftaran atau nomor BPKB dan NIK pemohon yang telah mendaftar.

Selanjutnya pemohon mendapatkan tanda terima online (e-receipt signature) yakni sistem tanda terima BPKB pemohon secara digital sehingga tanda tangan akan tersimpan pada sistem BPKB online.

Pada akhir rangkaian, pemohon akan diminta pendapat tingkat kepuasan terkait pelayanan BPKB digital tersebut.

Sistem pelayanan digital tersebut juga menyediakan layanan pemblokiran kendaraan secara online.

Berita Terkait

Dituding Keliru Oleh Sylviana Murni, Ini Balasan Polri Dituding Keliru Oleh Sylviana Murni, Ini Balasan Polri
Bantah Selewengkan Dana Bansos, Ini Penjelasan Mpok Sylvi Bantah Selewengkan Dana Bansos, Ini Penjelasan Mpok Sylvi
Presiden Buka Konferensi Internasional Keamanan Kesehatan Global Presiden Buka Konferensi Internasional Keamanan Kesehatan Global

#bpkb #Kapolda #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar