Nasaruddin Umar Tanggapi Fenomena Matahari Melintas di Atas Kabah

Grafik info arah kiblat. (Sumber: Kemenag)

Arah - Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar menanggapi fenomena matahari yang melintas persis di atas Kabah, peristiwa tersebut terjadi pada pukul 16:18 WIB.

Menurut Nasaruddin, fenomena itu dianggap langka dan dapat dimanfaatkan untuk mengukur arah kiblat.

"Memang ini peristiwa langka yang terjadi pada dua tahun sekali. Jadi ketika matahari itu berada persis di atas Kabah itu nanti bisa kita gunakan untuk mengukur arah kiblat kita yang di Asia Tenggara ini," kata Nasaruddin yang ditemui di Masjid Istiqlal, Jakarta (27/5/2016).

Ia menambahkan, meskipun sudah ada perangkat canggih masih ada beberapa masyarakat yang menggunakan cara tradisional untuk menentukan kiblat.

"Pengukuran arah kiblat itu bukan hanya dengan satu-satunya menggunakan matahari, ada banyak alat canggih, contohnya pakai satelit yang mungkin bisa lebih tepat dibandingkan dengan mata polos kita sendiri," ujar mantan Wakil Kementerian Agama itu.

Menurutnya, peristiwa tersebut jangan sampai malah menimbulkan keraguan akan arah kiblat yang selama ini digunakan.

"Kalau beda sedikit masih bisa ditololerir, lah Allah Maha Tahu. Masijd yang dibangun di dekade terakhir ini saya kira sudah tidak ada masalah karena Kementerian Agama sudah ada sistemnya," tutur Nasaruddin.

Hari ini matahari melintas tepat di atas Kabah sekitar pukul 16.18 WIB. Fenomena ini sering dikenal dengan sebutan Rashdul Qiblah. Umat muslim dapat mengkoreksi arah kiblatnya ketika salat. (Ridho Fauzan)

Berita Terkait

Masyarakat Tak Perlu Khawatir Soal Arah Kiblat Masyarakat Tak Perlu Khawatir Soal Arah Kiblat
KH Ali Mustafa Yaqub Pernah Minta Ditangkap Polisi KH Ali Mustafa Yaqub Pernah Minta Ditangkap Polisi
Bikin Terhenyak! Ini Cuitan KH Ali Mustafa Yaqub Sebelum Wafat Bikin Terhenyak! Ini Cuitan KH Ali Mustafa Yaqub Sebelum Wafat

#Kiblat #kabah #salat #Istiqlal #Imam Besar Masjid Istiqlal

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar