Mantan Istri Setya Novanto Datangi Gedung KPK

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menjelaskan sejak akhir Agustus 2017, tim Pencegahan KPK sudah bertemu dan berdiskusi dengan pengurus partai-partai seperti Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Gerindra, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Hanura.

Arah -  Mantan istri Setya Novanto, Luciana Lily Herliyanti mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta, Kamis.

Luciana yang mengenakan blus warna krem dengan motif bunga-bunga tiba sekitar pukul 13.00 WIB dan langsung masuk ke dalam gedung KPK, Jakarta.

Namun, sekitar pukul 13.45 WIB Luciana keluar dari gedung KPK, Jakarta.

Saat dikonfirmasi terkait kedatangannya itu, ia tidak memberikan penjelasan secara rinci. "Tidak," kata Luciana singkat.

Sementara itu, KPK belum bisa memberikan informasi rinci perihal kedatangan Luciana tersebut.

"Dicek dulu ya, nanti di-"update"," kata Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha saat dikonfirmasi.

Luciana merupakan ibu dari Rheza Herwindo dan Dwina Michaella.

Dwina sedang menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Kamis, sebagai saksi untuk tersangka Anang Sugiana Sudihardjo yang merupakan Direktur Utama PT Quadra Solution.

KPK memeriksa Dwina dalam kapasitasnya sebagai mantan Komisaris PT Murakabi Sejahtera.

Terkait pemeriksaan Dwina, KPK ingin mendalami soal posisi kepemilikan dan saham dari PT Murakabi Sejahtera dan PT Mondialindo Graha Perdana.

Sebelumnya, dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Jumat (3/11), Deisti Astriani Tagor dan Rheza Herwindo yang merupakan istri kedua dan anak Setya Novanto diketahui pernah memiliki saham di PT Mondialindo Graha Perdana yang merupakan pemegang saham mayoritas dari PT Murakabi Sejahtera, salah satu perusahaan peserta proyek KTP-e.

Dalam penyidikan kasus KTP-e dengan tersangka Anang Sugiana Sudihardjo, KPK juga telah mencegah Deisti Astriani Tagor, istri Novanti ke luar negeri selama enam bulan ke depan sejak 21 November 2017.

Baca Juga: Sukseskan Operasi Lilin, Pemprov DkI Lakukan Hal Ini
Pemprov DKI Siap Menata Ulang Tanah Abang, Begini Konsepnya

Deisti juga merupakan mantan Komisaris PT Mondialindo Graha Perdana.

Anang Sugiana Sudihardjo merupakan Direktur Utama PT Quadra Solution yang ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi KTP-e pada 27 September 2017.

PT Quadra Solution merupakan salah satu perusahaan yang tergabung dalam konsorsium Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI) sebagai pelaksana proyek KTP-elektronik (KTP-e) yang terdiri dari Perum PNRI, PT LEN Industri, PT Quadra Solution, PT Sucofindo, dan PT Sandipala Artha Putra.

Anang Sugiana Sudihardjo diduga dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena kedudukannya atau jabatannya sehingga diduga mengakibatkan kerugian negara sekurang-kurangnya Rp2,3 triliun dari nilai paket pengadaan sekitar Rp5,9 triliun dalam paket pengadaan KTP-e pada Kemendagri.

Indikasi peran Anang Sugiana Sudihardjo terkait kasus itu antara lain diduga dilakukan bersama-sama dengan Setya Novanto, Andi Agusitnus alias Andi Narogong, Irman, dan Sugiharto dan kawan-kawan.

Berita Terkait

Ini Alasan KPK Tidak Panggil Kembali Saksi Meringankan Setnov Ini Alasan KPK Tidak Panggil Kembali Saksi Meringankan Setnov
Polda Metro Siap Bantu KPK Buru Setya Novanto Polda Metro Siap Bantu KPK Buru Setya Novanto
KPK Minta Sidang Praperadilan Setnov Ditunda 3 Pekan KPK Minta Sidang Praperadilan Setnov Ditunda 3 Pekan

#kpk #Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) #Setya Novanto #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar