Pakai Cincin Ini, Wanita Bisa Terbebas dari HIV

Cincin anti HIV buatan International Partnership for Microbicides untuk alat kelamin wanita. (International Partnership for Microbicides)

Arah -  HIV (human immunodeficiency virus) masih menjadi momok paling menakutkan bagi manusia sampai hari ini. Bagaimana tidak, sekali terjangkit virus ini, sistem kekebalan tubuh seseorang akan berangsur disfungsi, kondisi lemah, dan berakhir pada kematian.

Namun, sekelompok ilmuwan di AS menemukan cincin sakti yang bisa disematkan ke dalam alat kelamin wanita atau vagina. Studi ini dilakukan oleh sekelompok ilmuwan di University of Washington, yang dipimpin oleh Dr Jared Baeten.

Lalu, bagaimana cara kerjanya?

Dilansir NBCNews, cincin ini secara perlahan-lahan melepas obat vaksin yang bisa memerangi risiko wanita terinfeksi HIV, selama mereka menggunakannya. Cincin vagina yang diganti setiap bulan sekali ini mampu mengurangi infeksi HIV secara signifikan. 

Dr Jared Baeten dkk mengklaim, cincin bekerja dengan aman, meski muncul pertanyaan nantinya apakah orang-orang mengerti cara menggunakan produk ini dengan benar atau tidak.

"Ini adalah demonstrasi pertama dari pendekatan pencegahan HIV, dan bukan mustahil langkah ini bisa meminimalisir penyebaran HIV," ujar Dr Jared Baeten.

Menurut studi yang melibatkan 2.600 wanita di negara-negara Afrika terinfeksi AIDS paling tinggi—termasuk Nigeria dan Afrika Selatan, cincin vagina anti HIV diketahui mengurangi risiko dari ancaman infeksi HIV hingga 27 persen.

"Angka tersebut menunjukkan cincin anti HIV berhasil mengurangi penyebaran infeksi HIV yang sebelumnya diketahui 61 persen di kalangan wanita dengan usia 25 tahun ke atas," papar Dr Jared Baeten, dalam studi yang telah dipublikasikan di jurnal New England of Medicine.

Kendati angka 27 persen masih relatif rendah, Annalene Nel dari The International Partnership for Microbicides—perusahaan pembuat cincin anti HIV, yakin angkanya bisa bertambah cepat di kalangan masyarakat Afrika, yang saat ini 80 persen orang dewasanya berakhir terinfeksi karena tidak menggunakan alat pengaman atau kondom.

Produk cincin sakti ini belum akan diproduksi secara massal dalam waktu dekat. Dr Jared Baeten dan tim kabarnya masih mempelajari efek samping yang dihasilkan obat di sekitar vagina.

Berita Terkait

Netizen Heboh Beredar Foto Pisang Disuntikan Darah Penderita HIV Netizen Heboh Beredar Foto Pisang Disuntikan Darah Penderita HIV
Di Jawa Barat, Ini Kota Terbanyak Pengidap HIV-AIDS Di Jawa Barat, Ini Kota Terbanyak Pengidap HIV-AIDS
Ini 5 Alasan Mengapa Rutin Push Up Setiap Hari Sangat Bermanfaat Ini 5 Alasan Mengapa Rutin Push Up Setiap Hari Sangat Bermanfaat

#AIDS #HIV/AIDS #kesehatan #Afrika

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar