Kasus Suap, Mantan Dirut Garuda Bungkam Usai Diperiksa KPK

Mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar (tengah) berjalan keluar gedung KPK seusai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Jumat (17/2). KPK memeriksa Emirsyah Satar sebagai tersangka terkait dugaan suap dalam bentuk transfer uang dan pengadaan mesin Rolls-Royce untuk pesawat Airbus milik Garuda Indonesia pada periode 2005-2014 yang nilainya diduga lebih dari 4 juta dollar AS, atau setara dengan Rp 52 miliar dari perusahaan asal Inggris Rolls-Royce. (ANTARA)

Arah -  Mantan Dirut PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar enggan berkomentar banyak seusai diperiksa Komisi Pemberansan Korupsi (KPK) dalam penyidikan suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus S.A.S dan Rolls-Royce P.L.C.

KPK memeriksa Emirsyah sebagai tersangka terkait kasus tersebut di gedung KPK, Jakarta, Kamis (11/1).

"Tanya penyidik saja," kata Emirsyah yang diperiksa sekitar tiga jam itu.

Emirsyah langsung masuk ke dalam mobil yang telah menunggunya di luar gedung KPK.

KPK telah menetapkan dua tersangka terkait kasus tersebut, yaitu Emirsyah Satar dan Soektino Soedarjo yang merupakan presiden komisaris PT Mugi Rekso Abadi (MRA) pada Januari 2017 lalu.

Namun, sampai saat ini KPK belum menahan Emirsyah.

Baca Juga: KPK Segera Periksa Fredrich Yunadi Sebagai Tersangka
Kecanduan Bermain Game Resmi Ditetapkan Sebagai Gangguan Mental

Emirsyah Satar dalam perkara ini diduga menerima suap 1,2 juta euro dan 180 ribu dolar AS atau senilai total Rp20 miliar serta dalam bentuk barang senilai 2 juta dolar AS yang tersebar di Singapura dan Indonesia dari perusahaan manufaktur terkemuka asal Inggris, Rolls Royce dalam pembelian 50 mesin pesawat Airbus SAS pada periode 2005-2014 pada PT Garuda Indonesia Tbk.

Pemberian suap itu dilakukan melalui seorang perantara Soetikno Soedarjo selaku "beneficial owner" dari Connaught International Pte. Ltd yang berlokasi di Singapura.

Soektino merupakan presiden komisaris PT Mugi Rekso Abadi (MRA), satu kelompok perusahaan di bidang media dan gaya hidup.

Rolls Royce oleh pengadilan di Inggris sudah dikenai denda sebanyak 671 juta pounsterling (sekitar Rp11 triliun) karena melakukan pratik suap di beberapa negara antara lain Malaysia, Thailand, China, Brazil, Kazakhstan, Azerbaizan, Irak, Anggola.

KPK awalnya menerima laporan dari SFO dan Corrupt Practices Investigation Bureau (CPIB) Singapura yang sedang menginvestigasi suap Rolls Royce di beberapa negara, SFO dan CPIB pun mengonfirmasi hal itu ke KPK termasuk memberikan sejumlah alat bukti.

KPK melalui CPIB dan SFO juga sudah membekukan sejumlah rekening dan menyita aset Emirsyah yang berada di luar negeri.

Berita Terkait

Jadi Tersangka, ini Bentuk Suap yang Diterima Emirsyah Satar Jadi Tersangka, ini Bentuk Suap yang Diterima Emirsyah Satar
Selain Emirsyah, KPK Tetapkan Seorang Pebisnis Jadi Tersangka Selain Emirsyah, KPK Tetapkan Seorang Pebisnis Jadi Tersangka
Main Suap Selama 25 Tahun, Rolls Royce Dihukum Rp11 Triliun Main Suap Selama 25 Tahun, Rolls Royce Dihukum Rp11 Triliun

#pesawat garuda #Garuda Indonesia #Emirsyah Satar #korupsi #Kasus Suap #KPK #Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar