KPAI Apresiasi Pembahasan Fikih Perlindungan Anak

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Asrorun Niam memberikan keterangan kepada wartawan atas penanganan kasus cyber pornografi pada media sosial "Facebook" di Jakarta, Selasa (21/3). Dalam kesempatan tersebut KPAI meminta Polda Metro Jaya untuk mengidentifikasi dan melakukan penyelidikan secara mendalam terhadap kasus cyber pornografi "Official Loli Candy's Group" pada media sosial "Facebook". (Foto:Antara)/Rivan Awal Lingga/

Arah -  Wakil Ketua Komisi Perlidungan Anak Indonesia (KPAI) Rita Pranawati mengapresiasi pembahasan Fikih Perlindungan Anak oleh Musyawarah Nasional Tarjih Muhammadiyah ke-30 pada 23-26 Januari 2018 di Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh).

"KPAI menyambut baik Munas Tarjih Muhammadiyah yang secara khusus akan membahas fikih anak," kata Rita saat dihubungi dari Jakarta, Senin (22/1).

Menurut dia, di tengah maraknya kasus kekerasan terhadap anak, pelibatan tokoh agama dalam perlindungan anak menjadi salah satu kunci upaya pencegahan dan penanganan kasus.

Sebagai negara dengan penduduk mayoritas Muslim, kata Rita, fatwa keagamaan masih menjadi panduan masyarakat untuk berperilaku dan bertindak.

Dia mengatakan tingginya kasus kekerasan terhadap anak seolah-olah meniadakan pendidikan dan pengajaran keagamaan masyarakat.

Baca Juga: Sesalkan Putusan MK, MUI Kawal Pembahasan UU LGBT
Jenis Penyu Paling Langka Bertelur di Air Hitam Bengkulu

"Padahal beragama bukan hanya soal ritual ibadah, tetapi bagaimana menjalankan relasi kepada sesama termasuk bagaimana memperlakukan anak-anak sebagai generasi masa depan bangsa," katanya.

Rita berharap fatwa dari Majelis Tarjih dan Tajdid yang membahas isu-isu krusial terkait anak dapat menjadi panduan masyarakat beragama dalam memperlakukan anak secara baik, terutama dari sudut pandang agama Islam.

Hasil Munas Tarjih Muhammadiyah, kata dia, juga agar menjadi fondasi perbaikan pemahaman masyarakat dan keluarga tentang bagaimana melindungi anak oleh keluarga dan masyarakat sehingga dapat mengurangi kasus kekerasan terhadap anak.

"Panduan beragama sebagaimana fatwa akan menjadi panduan keagamaan Muslim untuk mendidik dan mengasuh anak. Persoalan anak ini cukup banyak seperti pemenuhan hak anak, pengasuhan terbaik bagi anak, pengangkatan anak, kekerasan terhadap anak hingga perkawinan usia anak," kata dia.

Berita Terkait

Kak Seto: Sekolah dan Orang Tua Hapuskan Stigma Negatif Anak Kak Seto: Sekolah dan Orang Tua Hapuskan Stigma Negatif Anak
Timses: Elektabiltas Ahok-Djarot Meningkat Tajam Setelah Sidang Timses: Elektabiltas Ahok-Djarot Meningkat Tajam Setelah Sidang
Indonesia Raih Perak Dari Olimpiade Robot Internasional Indonesia Raih Perak Dari Olimpiade Robot Internasional

#Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) #Perlindungan Anak #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar