Menkes: Butuh Keterlibatan Semua Pihak Tangani Asmat

Menteri Kesehatan Nila F Moeloek (kanan) memperhatikan proses pemeriksaan kesehatan pemudik di Pos Kesehatan Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Selasa (20/6). Menkes melakukan kunjungan dalam rangka melihat kelengkapan fasilitas kehatan bagi pemudik. (Foto/antara/Aprillio Akbar)

Arah -  Menteri Kesehatan Nila F Moeloek menegaskan penanganan masalah campak dan gizi buruk di Kabupaten Asmat, Provinsi Papua membutuhkan keterlibatan semua pihak.

Kementerian Kesehatan tidak mungkin bisa menangani sendiri. Kami hanya bisa memperbaiki dalam arti mengobati melalui pemberian imunisasi dan perbaikan gizi. Kita membutuhkan kehadiran pihak lain," kata Menkes Nila Moeloek di Timika, Jumat.

Menurut Menkes, keterlibatan pihak-pihak lain terutama dalam hal penyediaan sarana transportasi dan bahan bakar minyak untuk menunjang pelayanan masyarakat Asmat yang hidup di daerah rawa.

Salah satu kendala terbesar yang dihadapi masyarakat Asmat, demikian Menkes Nila, yaitu penyediaan sarana air bersih.

Masyarakat Asmat itu tinggal di daerah dengan kondisi air payau. Akses air bersih sama sekali tidak ada. Ini harus kita perbaiki bersama. Untuk kebutuhan air bersih di RSUD Asmat saja sangat sulit," jelasnya.

Pada Kamis (25/1), Menkes Nila Moeloek bersama rombongan meninjau langsung pasien dengan campak dan gizi buruk di RSUD Asmat di Kota Agats.

Ikut dalam peninjauan itu, Kepala Badan PPSDM Usman Sumantri, Dirjen P2P Mohamad Subuh, Dirjen Pelayanan Kesehatan Bambang Wibowo, Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Maura Linda Sitanggang.

Menkes Nila berpesan kepada para orang tua agar benar-benar memperhatikan kebersihan di lingkungan sekitar. Nila menyaksikan langsung satu persatu pasien anak dengan campak dan gizi buruk di ruang Aula RSUD Agats.

[baca_juga]

Salah seorang ibu pasien ditanya kondisi kebersihan di sekitar rumah dan tempat bermain anaknya. Pasien itu menjawab ada banyak lumpur yang menjadi tempat bermain sang anak, dan cuci tangan pakai sabun pun tidak biasa dilakukan.

Kenapa tidak cuci tangan, kalau tangan kotor terus makan kan banyak kuman, cacing yang ikut kemakan sama anaknya. Biasakan cuci tangan," kata Nila.

Setelah itu, Nila menyambangi pasien lainnya di Aula Gereja Protestan Indonesia yang berada di belakang RSUD Agats. Gereja itu dijadikan ruang rawat inap bagi pasien campak dan gizi buruk yang dalam masa pemulihan. 

Di halaman depan gereja itu, tampak dua anak tengah bermain ular tangga di bawah tenda merah. Menkes pun ikut bergabung di dalamnya. Selain ular tangga, ada permainan lain yang bisa dimainkan anak-anak di sana seperti permainan balon bahkan berlari-larian.

Selain untuk memecah rasa bosan anak, permainan itu dimaksudkan untuk merangsang sistem motorik pada anak. Mereka juga diberikan pemahaman tentang penting dan caranya mencuci tangan melalui video.

Hingga Kamis (25/1), jumlah pasien campak dan gizi buruk di RSUD Agats sebanyak 82 orang, dengan rincian penderita campak tujuh pasien, gizi buruk 73 pasien, gizi buruk plus campak dua pasien dan gizi kurang enam pasien.

Secara keseluruhan jumlah pasien dari September 2017 hingga 23 Januari 2018 di Kabupaten Asmat yaitu campak sebanyak 646 pasien, gizi buruk 144 pasien, campak plus gizi buruk empat pasien, dan suspek campak 25 pasien

Rombongan Menkes menyempatkan diri masuk gereja dan berkeliling melihat kondisi pasien. Mayoritas kondisi mereka membaik terlihat dari kondisi tubuh secara umum, tidak ada keluhan, berat badan naik asupan makan dan minum tidak bermasalah.

Sebelum keluar, Menkes Nila selalu mengingatkan beberapa orang tua pasien agar selalu menjaga kesehatan keluarga dan lingkungan, biasakan cuci tangan pakai sabun, dan memperhatikan kebersihan badan.

Kemudian, rombongan berkesempatan mengunjungi pembangunan rumah sakit baru. Belum ada fasilitas alat kesehatan di sana, tapi beberapa ruang sudah ada tempat tidur. Namun demikian, Menkes Nila meminta Direktur RSUD Agats Riechard Mirino agar mengutamakan ketersediaan air terlebih dahulu.

Menkes Nila Moeloek bersama rombongan kembali ke Jakarta pada Jumat pagi dari Bandara Mozes Kilangin Timika. Sebelum berangkat meninggalkan Timika, Menkes Nila bersama rombongan menyempatkan diri meninjau Puskesmas Timika. 

Berita Terkait

PKS Kirim Bantuan Kemanusiaan untuk Masyarakat Asmat PKS Kirim Bantuan Kemanusiaan untuk Masyarakat Asmat
Bantu Masyarakat Asmat, TNI Kirimkan 206 Tenaga Medis Bantu Masyarakat Asmat, TNI Kirimkan 206 Tenaga Medis
Penderita Gizi Buruk di Asmat Capai 15 Ribu Orang Penderita Gizi Buruk di Asmat Capai 15 Ribu Orang

#ASMAT #Gigi #Gizi Buruk #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar