Survei Lasak: Media Sosial Tak Pengaruhi Pemilih

Ilustrasi aplikasi di smartphone. (Pixabay)

Arah -  Survei dari Lembaga Analisa Suara Rakyat (Lasak) Bengkulu menyebutkan, konten kampanye dan informasi media sosial tidak mempengaruhi keputusan masyarakat Kota Bengkulu dalam menentukan calon kepala daerah wali kota dan wakil wali kota.

"Masyarakat Kota Bengkulu sudah cukup kritis terhadap informasi yang berkembang di media massa dan media sosial," kata Ketua Lasak Bengkulu, Jeffry Chandra, di Bengkulu, Kamis.

Saat menyampaikan hasil survei tentang potensi partisipasi, karakter, program dan pengaruh media sosial terhadap pilihan masyarakat dalam Pilkada Kota Bengkulu, dia mengatakan, 7,8 persen responden selalu menentukan pilihan karena terpengaruh pada konten media massa dan media sosial.

Sementara sisanya sebanyak 16 persen menyatakan sering, sedangkan 44,89 persen atau dominan menyebut hanya kadang-kadang dan sebanyak 31,33 persen menyebutkan sama sekali tidak terpengaruh.

"Masyarakat sudah cerdas menyaring informasi dan mereka mengambil keputusan terlebih dahulu melalui telaah," ucapnya seperti dilansir Antaranews.

Survei Pilkada yang digelar pada 15-21 Januari 2018 itu juga menunjukkan masyarakat Kota Bengkulu merupakan masyarakat yang melek teknologi.

[baca_juga]

Dari 450 responden yang disurvei, sebanyak 77,11 persen memiliki akun media sosial. Akun yang mereka miliki bahkan lebih dari satu media sosial.

Terkait karakter pemimpin yang diinginkan masyarakat, Chandra mengatakan, 99,56 persen masyarakat menginginkan pemimpin yang jujur, 98,89 persen menginginkan pemimpin yang tegas dan 98,88 persen menginginkan pemimpin yang merakyat serta 98,67 persen menginginkan pemimpin yang cerdas.

Sedangkan program yang diharapkan masyarakat berdasarkan skala prioritas yakni bidang pembangunan ekonomi mencapai 86,67 persen, pembangunan infrastruktur 72 persen dan pembangunan sumber daya manusia 71,78 persen.

Ia mengharapkan hasil survei tersebut dapat memberikan gambaran bagi para calon wali kota dan wakil wali kota untuk merancang program yang akan ditawarkan kepada masyarakat dalam masa kampanye.

Pilkada wali kota dan wakil wali kota Bengkulu akan digelar pada 27 Juni 2018. Sebanyak lima pasangan calon wali kota dan wakil wali kota sudah mendaftarkan diri ke KPU Kota Bengkulu.

Berita Terkait

Dede Yusuf dan Desi Ratnasari Jadi Jurkam Duo DM Dede Yusuf dan Desi Ratnasari Jadi Jurkam Duo DM
Gubernur Jabar Minta Pemerintah Bentuk Lembaga Pengawas Sosmed Gubernur Jabar Minta Pemerintah Bentuk Lembaga Pengawas Sosmed
Misi Kurangi Hoax, Facebook Uji Coba Kanal Berita Lokal Misi Kurangi Hoax, Facebook Uji Coba Kanal Berita Lokal

#Pilkada #Pilkada 2018 #Kampanye Pilkada #Bengkulu #Lembaga Analisa Suara Rakyat (Lasak) #Calon Kepala Daerah #Wali Kota Bengkulu #teknologi #Media Sosial #Media Online #Penyalahgunaan Media Sosial #Pengaruh Buruk Internet #Partisipan #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar