BPOM Pantau Penarikan Suplemen Ber-DNA Babi

Ilustrasi: Petugas Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) DIY mengamati produk makanan saat pengawasan makanan di sebuah supermarket di Yogyakarta, Selasa (7/6). Pada bulan ramadan ini BPOM DIY melakukan intensifikasi pengawasan terhadap produk makanan guna menjamin keselamatan dan kenyamanan masyarakat. (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko)

Arah -  Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Ambon, Maluku, melakukan pemantauan dan penelusuran proses penarikan produk dua suplemen yang posiitf mengandung DNA Babi.

Kepala BPOM Ambon Sandra Linthin di Ambon, Jumat, menyatakan, telah melakukan pemantauan dan penelusuran di lapangan terutama di farmasi, apotik, toko obat, dan pusat perbelanjaan untuk memastikan prosuk tersebut telah ditarik produsen.

"Suplemen makanan Viostin DS produksi PT Pharos Indonesia dan Enzyplex tablet produksi PT Medifarma Laboratories terbukti positif mengandung DNA babi, kami telah melakukan pemantauan di seluruh kabupaten dan kota di Maluku untuk memastikan produk telah ditarik produsen," katanya.

Menurut dia, BPOM RI telah menginstruksikan BPOM di seluruh Indonesia untuk terus memantau dan melakukan penarikan produk yang tidak memenuhi ketentuan, termasuk yang terdeteksi positif mengandung DNA babi, tetapi tidak mencantumkan peringatan "Mengandung Babi".

BPOM secara rutin melakukan pengawasan terhadap keamanan, khasiat, manfaat dan mutu produk dengan pengambilan sampel produk beredar, pengujian di laboratorium, serta tindak lanjut hasil pengawasan.

"Jika dalam pengawasan ditemukan produk yang tidak memenuhi syarat, BPOM akan menyurati produsen untuk menarik produk tersebut dari peredaran, sesuai jangka waktu yang ditetapkan," katanya.

Baca Juga: Imigrasi Ngurah Rai-Bali Deportasi 56 Warga Tiongkok
Lima Fakta Menarik tentang Black Panther

BPOM kata Sandra, meminta produsen untuk membuat laporan penarikan ke BPOM RI, selain itu melakukan pemantauan di setiap daerah.

"Jika masih ditemukan peredaran suplemen maka segera dimusnahkan dan dilaporkan ke BPOM temuan di lapangan tersebut," tandasnya seperti dilansir Antaranews.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat agar tidak resah dengan perderan surat tersebut, tetapi memberikan informasi jika menemukan penjualan dua suplemen itu.

Berita Terkait

Awas! Ternyata Dua Suplemen Ini Mengandung Babi Awas! Ternyata Dua Suplemen Ini Mengandung Babi
YLKI: Produsen Suplemen Kandung Babi Tak Cukup Hanya Tarik Produk YLKI: Produsen Suplemen Kandung Babi Tak Cukup Hanya Tarik Produk
Jelang Ramadhan, DPR Minta Pengawasan Makanan Diperketat Jelang Ramadhan, DPR Minta Pengawasan Makanan Diperketat

#Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) #Obat #Suplemen Vitamin D #DNA Babi #Ambon #Ambon Maluku #Info Kesehatan #pengawasan #Laboratorium #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar