Hati-hati, Taman Nasional Komodo Masih Alami Cuaca Buruk

Wisatawan bermain olah raga air "banana boat" di kawasan perairan Taman Nasional Komodo, Manggarai Barat, NTT, Selasa (24/5). Kawasan Taman Nasional Komodo yang telah dinobatkan menjadi "New Seven Wonders" itu merupakan salah satu dari sepuluh kawasan wisata utama yang dikembangkan pemerintah pada 2016. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Arah -  Kepala Taman Nasional Komodo (TNK) Sudiyono mengatakan sampai saat ini kawasan wisata komodo yang dihuni binatang purba raksasa Komodo (varanus komodoensis) masih dilanda cuaca buruk berupa angin kencang dan gelombang tinggi.

"Hingga hari ini Rabu (7/1) cuaca di kawasan wisata Komodo masih buruk, belum bersahabat," kata Sudiyono saat dihubungi Antara dari Kupang, Rabu.

Ia mengatakan kondisi angin kencang dan gelombang tinggi masih melanda sebagian besar kawasan TNK, terutama yang paling diwaspadai di titik destinasi wisata di Padar Selatan dan Gili Lawak.

"Kedua titik ini perlu diwaspadai karena juga dilanda hujan deras disertai petir, sementara di sana kami belum memasang antipetir," katanya.

Ia mengatakan kondisi gelombang tinggi di perairan masih belum memungkinkan kapal-kapal wisata untuk beroperasi melayani wisatawan ke sejumlah lokasi, baik di darat maupun di laut untuk wisata menyelam.

Untuk itu, katanya, guna menghindari berbagai kemungkinan buruk seperti kecelakaan di perairan maka pihaknya untuk sementara menerapkan pembatasan areal kunjungan wisatawan.

"Kami sarankan untuk sementara kunjungan hanya bisa ke Pulau Rinca, hingga nanti cuaca membaik barulah diizinkan untuk ke areal wisata lainnya dalam kawasan TNK," katanya, seperti dilansir Antaranews.

Pihaknya masih terus memantau informasi cuaca dan mengamati kondisi lapangan sebelum memperbolehkan kunjungan ke berbagai titik wisata lainnya.

Sudiyono mengakui kondisi cuaca buruk yang masih melanda kawasan wisata yang merupakan salah satu dari 10 destinasi unggulan nasional itu akan berdampak pada menurunnya arus kunjungan wisatawan.

Baca Juga: Ini Alasan Pengelola Taman Nasional Komodo Batasi Pengunjung
Alami Kenaikan, Populasi Hewan Purba 'Komodo' Kini 3.012 Ekor

Sehingga ia berharap kondisi cauca segera kembali normal sehingga arus wisatawan ke destinasi wisata yang terkenal sebagai habitat satwa purba (varanus komodoensis) lancar dan terus meningkat.

Otoritas TNK mencatat arus wisatawan ke destinasi unggulan itu pada 2017 mencapai 119.599 orang, yang didominasi wisatawan mancanegara sebanyak 75.650 orang, dan domestik 43.949 orang atau meningkat sekitar 11,04 persen dibanding 2016 yang hanya mencatat 107.711 wisatawan.

Berita Terkait

Ini Alasan Pengelola Taman Nasional Komodo Batasi Pengunjung Ini Alasan Pengelola Taman Nasional Komodo Batasi Pengunjung
Pemkab Aceh Tamiang Benahi Objek Wisata Pemkab Aceh Tamiang Benahi Objek Wisata
127 Kostum akan Tampil di Batam International Culture Carnival 127 Kostum akan Tampil di Batam International Culture Carnival

#Wisatawan #wisata ntb #Wisatawan Lokal #Wisatawan Mancanegara #Pulau Komodo #cuaca buruk #Wisata laut Indonesia #kegiatan menyelam #Gelombang Tinggi #Kawasan Wisata #Destinasi Wisata #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar