Menteri Ekonomi Jerman, Perketat Aturan Investasi Asing

Ilustrasi. (Foto: pixabay/ruodigergrob)

Arah -  Menteri perekonomian Jerman, Sabtu (3/3), menyarankan pengetatan aturan baru terhadap investasi asing, menyusul kekhawatiran atas pengaruh China terhadap perusahaan-perusahaan Eropa.

Bulan lalu, terkuak bahwa miliarder China Li Shufu secara diam-diam mengakuisisi hampir 10 persen saham yang bernilai sekitar 7,2 miliar euro atau sekitar Rp122 triliun di perusahaan mobil Jerman Daimler – menjadikannya sebagai pemegang saham terbesar grup itu.

"Kami harus selalu menyesuaikan undang-undang kami pada perekonomian eksternal dengan perkembangan baru, termasuk ambang batas yang dapat melibatkan (pemerintah)," ujar Menteri Ekonomi Brigitte Zypries kepada mingguan Der Spiegel, seperti dikutip AFP dan dilansir Antaranews.

Saat ini, Berlin dapat meneliti transaksi dan kemungkinan untuk mencegahnya, jika investor asing menyita saham lebih dari 25 persen modal perusahaan.

[baca_juga]

"Faktanya adalah, investor sering dapat memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap bisnis, bahkan dengan saham yang lebih kecil," ujar Zypries dari partai Sosial Demokrat.

Ketertarikan China yang semakin meningkat terhadap perusahaan Jerman telah memicu kegelisahan di negara dengan perekonomian terbesar Eropa itu.

Berita Terkait

IHSG BEI Menguat Disokong Optimisme Pertumbuhan Ekonomi IHSG BEI Menguat Disokong Optimisme Pertumbuhan Ekonomi
IHSG Jumat Dibuka Menguat 39,70 Poin IHSG Jumat Dibuka Menguat 39,70 Poin
IHSG BEI Dibuka Melemah 5,75 Poin IHSG BEI Dibuka Melemah 5,75 Poin

#Jerman #china #Investor #investasi #Investor Asing #satgas investasi #Pelaku Investasi #Warga jerman #Menteri Ekonomi Jerman #Perekonomian #Brigitte Zypries #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar