Nilai Ekspor Komoditi Kalsel ke Tiongkok Alami Penurunan

Ilustrasi: Pekerja memeriksa pipa saluran di Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Krueng Raya, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar, Aceh, Selasa (10/5). TBBM Krueng Raya yang memiliki 14 tangki timbun dengan kapasitas 10.175 kiloliter melayani pendistribusian BBM untuk Kota Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie dan Aceh Jaya sementara untuk wilayah lainnya dilayani TBBM Simeulue, Meulaboh, Sabang dan Lhokseumawe. (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)

Arah -  Nilai ekspor komoditi Provinsi Kalimantan Selatan ke Tiongkok pada Januari 2017 mengalami penurunan, meskipun ekspor ke negara itu masih tertinggi dibandingkan empat negara lainnya yang menjadi tujuan ekspor provinsi itu.

Kepala Badan Pusat Statistik Kalsel, Diah Utami di Kota Banjarbaru mengatakan, lima negara tujuan ekspor utama Kalsel yakni Tiongkok, Jepang, India, Filipina dan Malaysia.

Ekspor Kalsel melalui pelabuhan Kalsel tertinggi ke Tiongkok mencapai 229,95 juta dolar AS menurun 14,55 persen dibanding ekspor Desember sebesar 269,09 juta dolar AS.

Disebutkan, nilai ekspor ke Jepang sebesar 161,25 juta dolar AS atau naik 80,51 persen dibanding bulan Desember sebesar 89,33 juta dolar AS dan ekspor ke India turun 32,97 persen.

Sementara, ekspor ke Filipina sebesar 34,72 juta dolar AS turun 32,26 persen dibanding sebelumnya 51,25 juta dolar AS dan ekspor ke Malaysia turun dari 45,11 juta menjadi 29,02 juta dolar AS.

Baca Juga: Ekspor Indonesia ke China Naik 34 Persen
Tiongkok Sasaran Terbesar Ekspor Papua Barat

Menurut dia, nilai ekspor kelima negara tujuan utama bulan Januari 2018 mencapai 581,31 juta dolar AS atau turun sebesar 9,64 persen dibandingkan bulan Januari sebesar 643,31 juta dolar AS.

"Nilai ekspor Kalsel kelima negara tujuan utama memberikan kontribusi sebesar 83,24 persen terhadap total ekspor bulan Januari sebesar 698,36 juta dolar AS," ungkapnya seperti dilansir Antaranews.

Dikatakan, nilai ekspor Kalsel bulan Januari sebesar 698,36 juta dolar AS mengalami penurunan 10,83 persen jika dibandingkan ekspor Desember sebesar 783,17 juta dolar AS.

Kelompok barang utama penyumbang ekspor terbesar yakni kelompok bahan bakar mineral sebesar 591,42 juta dolar AS mengalami penurunan dibanding Desember sebesar 634,21 juta dolar.

Kelompok kedua yakni kelompok lemak dan minyak hewan/nabati yang menyumbang ekspor sebesar 97,30 juta dolar AS yang juga mengalami penurunan sebesar 26,91 persen.

Sedangkan kelompok ketiga yakni kelompok kayu, barang dari kayu dengan nilai ekspor 6,78 juta dolar AS yang turun 21,77 persen dibanding bulan Desember 2017 sebesar 8,67 juta dolar AS.

Berita Terkait

Wah, Ekspor Mebel Jepara Mampu Tembus Rp600 M Wah, Ekspor Mebel Jepara Mampu Tembus Rp600 M
Makin Diminati, Ekspor Biji Pala Indonesia ke Vietnam Meningkat Makin Diminati, Ekspor Biji Pala Indonesia ke Vietnam Meningkat
Dino Patti Djalal: Selera Pasar Masyarakat Perlu Dihormati Dino Patti Djalal: Selera Pasar Masyarakat Perlu Dihormati

#Ekspor #eksportir #ekspor retail #Ekspor mineral #Ekspor non migas #Ekspor Indonesia #Bahan Bakar #Mineral #Kalimantan Selatan #Nilai Eksport #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar