Polisi Usut Tuntas Perusak Situs Adat Dayak di Desa Pondok Damar

Piyit (71, kiri) seorang warga suku Dayak Kenyah Uma'lung bersama anak dan cucunya berpose dengan persenjataan sumpit di Desa Setulang, Malinau, Kalimantan Utara, Rabu (21/6). (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)

Arah -  Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran memastikan aparat kepolisian serius menyikapi pengrusakan situs adat Dayak di Desa Pondok Damar, Kabupaten Kotawaringin Timur, yang diduga dilakukan Oknum keamanan perusahaan PT Mustika Sembuluh.

Seluruh masyarakat adat yang ada di provinsi ini diharapkan dapat menahan diri dan berikan waktu kepada aparat kepolisian menyelesaikan permasalahan tersebut sampai tuntas, kata Sugianto usai rapat dengan Kapolda Kalteng di kompleks perkantoran Gubernur, Senin.

"Saya tidak ingin ada isu-isu yang berkembang di media sosial bahwa ada terjadi keributan di Kalteng. Kita ini negara hukum. Saya sudah perintahkan Kapolda untuk menyelesaikan permasalahan ini sampai tuntas," tambahnya.

Informasi yang beredar, sejumlah oknum keamanan PT Mustika Sembuluh melakukan penyerangan kepada warga Desa Pondok Damar Kabupaten Kotim. Penyerangan yang berujung pengrusakan situs Adat Dayak tersebut diduga karena ada warga Desa Pondok Damar melakukan pencurian buah kepala sawit milik PT Mustika Sembuluh.

Sugianto mengatakan penyelesaian permasalahan yang terjadi di Desa Pondok Damar tersebut bukan hanya mengenai penyerangan tersebut, melainkan kewajiban pihak perusahaan terhadap masyarakat sekitar.

Baca Juga: Pemkot Kupang Pastikan Kantor Perizinan Tak Persulit Investor
Petinju Alvarez Positif Doping Setelah Makan yang Terkontaminasi

"Perlu dilihat apakah PT Mustikah Sembuluh telah merealisasikan plasma kepada masyarakat sekitar. Jadi, penyelesaiannya harus sampai tuntas agar permasalahan antara masyarakat dan pihak perusahaan tidak terulang kembali," ucapnya.

Sementara mengenai adanya dugaan pengrusakan terhadap situs Adat suku Dayak di Desa Pondok Damar, pihak Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng telah mengirimkan surat kepada PT Mustika Sembuluh untuk dilakukan perbaikan segera.

Orang nomor satu di provinsi berjuluk "Bumi Tambun Bunga-Bumi Pancasila" ini pun mengatakan bahwa Kapolda Kalteng telah menurunkan tim untuk menyelidiki permasalahan yang terjadi di lapangan, dan hasilnya akan segera diketahui.

"Terpenting itu, bagaimana permasalahan ini selesai sampai tuntas dan tidak menimbulkan keributan di tempat lain. Penyelesaiannya tentu secara baik-baik dan penegakan hukum," demikian Sugianto, seperti dilansir Antaranews.

Berita Terkait

DPRD Peringatkan Perusahaan Sawit Tak Berburu Satwa Dilindungi DPRD Peringatkan Perusahaan Sawit Tak Berburu Satwa Dilindungi
Target Peremajaan 20 Hektar Tanaman Sawit di Jambi Target Peremajaan 20 Hektar Tanaman Sawit di Jambi
Ratusan Tengkorak Ini Buktikan Pengorbanan Manusia untuk Matahari Ratusan Tengkorak Ini Buktikan Pengorbanan Manusia untuk Matahari

#Situs Bersejarah #adat #Adat Dayak #Suku Dayak #Garda Dayak #Pekan Gawai Dayak #Sugianto Sabran #Kalimantan Tengah #Gubernur Kalimantan Tengah #kelapa sawit #Petani Kelapa Sawit #Pekan Budaya Dayak #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar