Pemerintah Kotim Perbanyak Produksi Budidaya Ikan Jelawat

Keramba jaring apung pembesaran ikan jelawat di Desa Hanjalipan, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur. (Foto jurnalis warga)

Arah -  Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalteng terus berupaya mengembangkan budidaya ikan jelawat.

Bupati Kotawaringin Timur, Supian Hadi di Sampit, Jumat mengatakan, ikan jelawat saat ini telah menjadi ikon daerah, sehingga jenis ikan tersebut harus mudah didapat atau ditemui.

"Dengan budidaya, diharapkan populasi ikan jelawat bisa lebih meningkat sebab di alam bebas akan berkurang karena terus ditangkap," tambahnya.

Supian Hadi menginginkan produksi ikan jelawat di Kotawaringin Timur meningkat dan tidak ada alasan jelawat rentan mati atau apapun, karena dulu Kotawaringin Timur merupakan penghasil jelawat.

Namun akibat perubahan iklim dan kondisi alam serta sesuatu dan lain hal, belakangan ikan jelawat sulit dibudidayakan di daerah ini.

"Kita optimistis budidaya ikan jelawat bisa dilakukan, semua itu butuh proses," ucapnya seperti dilansir Antaranews.

Faktor lain berkurangnya produksi ikan jelawat hasil tangkap nelayan Kotawaringin Timur akibat beberapa daerah penghasil jelawat kini sudah masuk kabupaten lain akibat pemekaran.

Pemerintah Kotawaringin Timur saat ini terus berupaya agar produksi ikan jelawat bisa ditingkatkan. Dinas Perikanan diminta melakukan upaya-upaya membantu masyarakat untuk mengembangkan budidaya ikan jelawat tersebut.

Baca Juga: Tidur Dengan Lampu Menyala Dapat Picu Obesitas
http://www.arah.com/article/44543/terungkap-begini-cara-paus-biru-makan.html

Salah satu lokasi pengembangan dan budidaya ikan jelawat saat ini ada di wilayah Desa Hanjalipan, Kecamatan Mentaya Hulu.

"Masyarakat dibantu bibit dan mereka diberi bimbingan serta pembelajaran untuk merawat dan memelihara ikan tersebut. Hingga nantinya budidaya jelawat terus berkembang," terangnya.

Supian Hadi mengungkapkan, selain meningkatkan budidaya ikan jelawat, produk olahannya juga harus terus ditingkatkan. Seperti membuat kerupuk jelawat, bakso, lontong, dan sejumlah jenis makanan lainnya.

Hal itu dilakukan karena jelawat telah ditetapkan sebagai ikon Kota Sampit. Sehingga harus terus dikembangkan dan dijaga kelestariannya.

Berita Terkait

Mau ke Kota, Warga Pedalaman Ini Harus Keluarkan 6 Juta Mau ke Kota, Warga Pedalaman Ini Harus Keluarkan 6 Juta
Daftar 3 Kabupaten Kalteng yang Rawan Kebakaran Hutan Daftar 3 Kabupaten Kalteng yang Rawan Kebakaran Hutan
Duh, Lahan Terbakar yang Sudah Dipadamkan Ternyata Malah Menyebar Duh, Lahan Terbakar yang Sudah Dipadamkan Ternyata Malah Menyebar

#Kotawaringin Timur #Nelayan #Kalimantan Tengah #Ikan #Pindang Ikan Jelawat #budidaya ikan jelawat #bakso pedas #Sampit #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar