Indonesia Menjajaki Kerja Sama dengan Ritel Arab Saudi

Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi.(Foto:Istimewa)

Arah - Pemerintah melalui Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Jeddah tengah menjajaki peluang kerja sama dengan toko ritel modern besar di Arab Saudi sehingga diharapkan mampu meningkatkan penetrasi produk Indonesia di negara tersebut.

Kepala ITPC Jeddah Gunawan dalam ketarangan tertulis di Jakarta, Selasa, mengatakan bahwa penjajakan kerja sama dengan Danube Company Ltd tersebut merupakan proyek percontohan untuk peningkatan perdagangan di sektor ritel khususnya antara Indonesia dan Arab Saudi.

"Kerja sama yang merupakan proyek percontohan ini bertujuan mendapatkan kemudahan memasuki pasar Arab Saudi dan meningkatkan penetrasi produk Indonesia ke Arab Saudi melalui jaringan ritel Danube Company Ltd.," katanya.

Gunawan mengatakan, nantinya diharapkan dapat meningkatkan ekspor nonmigas Indonesia ke Arab Saudi secara signifikan. Kerja sama tersebut dilakukan karena lokasi yang berada di kawasan Haramain di Makkah dan Madinah yang selalu ramai dikunjungi jamaah haji dan umroh dari Indonesia untuk membeli barang-barang kebutuhan sehari-hari.

"Wilayah Haramain mempunyai 'captive market' yang besar bagi produk Indonesia. Lebih dari 1,2 juta orang jamah haji dan umrah berkunjung ke tempat ini setiap tahunnya," jelas Gunawan.

[baca_juga]

Selain itu, Danube Company Ltd. juga mempunyai bisnis di bidang perhotelan. Sebanyak lima hotel yang dimiliki Danube Copany Ltd. tersebar di Makkah, Jeddah, dan Madinah.

Perusahaan tersebut juga menyampaikan ketertarikannya berinvestasi di bidang perhotelan dan pariwisata di Provinsi Bali sebagai destinasi wisata dunia.

Selain itu, juga menyatakan ketertarikannya pada jasa tenaga kerja professional dari Indonesia, khususnya yang mempunyai kompetensi sebagai tenaga profesional perhotelan, akuntan, kasir, tenaga Production Planning and Inventory Control (PPIC), serta tenaga terampil potensial lainnya.

Danube Company Ltd. berdiri sejak 1995. Perusahaan ini memiliki 66 cabang toko modern yang tersebar di wilayah Jeddah, Makkah, Madinah, Taif, Jizan, Abha, Riyadh, Dammam, Khamis Muscat, dan kawasan bandara di Arab Saudi.

Rata-rata pelanggan yang datang berjumlah 20.000 orang per tahun dengan nilai penjualan juga terus tumbuh sebesar lima persen per tahun.

Berita Terkait

Kekurangan Duit, Arab Jual Bandara di Riyadh Kekurangan Duit, Arab Jual Bandara di Riyadh
Arab Saudi Bersiap Luncurkan Visa Turis Awal 2018 Arab Saudi Bersiap Luncurkan Visa Turis Awal 2018
Selesaikan Masalah Haji, Iran Buka Perundingan dengan Arab Saudi Selesaikan Masalah Haji, Iran Buka Perundingan dengan Arab Saudi

#Arab Saudi #raja arab saudi #pengusaha #bisnis #saham #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar