Dinas Pendidikan Yogyakarta Kembangkan Dua Kampung Kompetensi

Ilustrasi : Kota Yogyakarta dengan icon Tugu

Arah - Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta pada tahun ini akan mengembangkan dua kampung kompetensi, yaitu Kampung Badran untuk kompetensi membatik dan Kotabaru untuk kompetensi florist.

"Jenis kompetensi yang dikembangkan disesuaikan dengan kondisi wilayah. Misalnya, di Kotabaru sudah banyak terdapat toko bunga. Namun, pelaku usaha di sana belum memiliki sertifikasi untuk florist," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Edi Heri Suasana di Yogyakarta, Selasa.

Menurut dia, tujuan utama dari pengembangan kampung kompetensi adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat karena warga di kedua kampung tersebut memiliki sertifikasi yang bisa diakui oleh dunia usaha dan dunia industri.

"Kepemilikan sertifikat membuktikan bahwa warga di kampung tersebut memiliki kompetensi atau kemampuan untuk membatik atau untuk menjadi florist. Artinya, mereka memiliki tambahan modal untuk bersaing dan diterima di dunia usaha serta dunia industri," katanya.

Baca Juga: Usaha Kreatif Berizin di Yogyakarta Masih Minim
Yogyakarta Siapkan Kajian Manajemen Lalu Lintas Malioboro

Sosialisasi mengenai pengembangan Kampung Badran dan Kotabaru sebagai kampung kompetensi membatik serta florist sudah dilakukan dan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta menilai minat masyarakat cukup besar.

"Saat sosialisasi di Badran, ada sekitar 30 warga yang ikut, sedangkan saat di Kotabaru ada sekitar 40 warga," katanya.

Dinas Pendidikan, lanjut dia, tidak akan membatasi usia warga yang ingin mengikuti sertifikasi kompetensi di dua kampung tersebut.

"Siapa saja yang berminat dapat ikut," katanya.

Edi menjelaskan bahwa pengembangkan kampung kompetensi tersebut merupakan tindak lanjut dari program pengembangan kampung yang sudah dilakukan tahun lalu, yaitu Kampung Literasi di Kampung Tegalpanggung dan Kampung Sains di Karangkajen.

"Kami akan kembangkan kampung-kampung lain di Yogyakarta sesuai dengan keunggulan yang ada di wilayah. Mungkin juga tahun depan kami akan melakukan sertifikasi kompetensi untuk juru parkir sehingga tidak ada lagi parkir liar atau parkir yang justru menambah kemacetan jalan. Yang jelas, program pengembangan kampung akan terus dilakukan," katanya.

Berita Terkait

Yogyakarta Siapkan Kajian Manajemen Lalu Lintas Malioboro Yogyakarta Siapkan Kajian Manajemen Lalu Lintas Malioboro
Libur Akhir Tahun, Bus Dilarang Naik ke Objek Wisata Breksi Libur Akhir Tahun, Bus Dilarang Naik ke Objek Wisata Breksi
Minimarket Waralaba Tidak Berizin Muncul di Yogyakarta Minimarket Waralaba Tidak Berizin Muncul di Yogyakarta

#Yogyakarta #DPRD Yogyakarta #Wisata Yogyakarta #Dinas Pariwisata #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar