Turki Perpanjang Keadaan Darurat Selama Tiga Bulan

Ulama Turki, Fethullah Gulen, saat hendak menemui wartawan Indonesia di asrama pengasinganya, di Pennsylvania, Amerika Serikat, 22 Agustus 2016. (ANTARA FOTO)

Arah - Parlemen Turki, Rabu, menyetujui keputusan memperpanjang keadaan darurat selama tiga bulan.

Dengan perpanjangan ketujuh itu, masa keadaan darurat di Turki akan mencapai dua tahun dan pemilihan presiden serta anggota parlemen akan dilangsungkan di bawah keadaan darurat.

Turki menyatakan keadaan darurat pada 20 Juli 2016, lima hari setelah percobaan kudeta. Sebanyak 250 orang tewas dan ribuan lagi cedera dalam kudeta gagal itu.

Pemerintah Turki menuduh ulama muslim yang tinggal di Amerika Serikat, Fethullah Gulen, sebagai dalang di balik percobaan kudeta itu.

Baca Juga: Menteri Jonan : "Pemimpin Tidak Perlu Mencari Popularitas "
BMKG : Gempa Banjarnegara Berpotensi Dangkal Namum Merusak

Ketika berbicara dalam sidang kabinet pada Selasa, Wakil Perdana Menteri Turki, Bekir Bozdag, mengatakan, keadaan darurat sedang membidik teroris dan kelompok teror, bukan warga negara yang damai.

Namun, partai oposisi utama, Partai Rakyat Republik (CHP), mendesak pemerintah mencabut keadaan darurat itu segera. CHP mengatakan keadaan darurat akan membayangi pemilihan umum mendatang.

Berita Terkait

Kudeta Pemerintahan, Turki Vonis 23 Orang Penjara Seumur Hidup Kudeta Pemerintahan, Turki Vonis 23 Orang Penjara Seumur Hidup
Erdogan Menang Tipis, Sejumlah Warga Protes Terkait Referendum Erdogan Menang Tipis, Sejumlah Warga Protes Terkait Referendum
Galau Dan Bingung, Presiden  Jokowi Beli Sepatu di Bandung Galau Dan Bingung, Presiden Jokowi Beli Sepatu di Bandung

#Turki #Kudeta Militer di Turki #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar