Gebernur Banten Minta Warga Luar Tidak Kotori Badui

Masyarakat Baduy tengah berkumpul di kampung mereka di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwi Damar, Kabupaten Lebak, Banten. (Foto: bantenprov.go.id)

Arah -  Gubernur Banten Wahidin Halim meminta warga luar atau tamu yang mengunjungi kawasan permukiman Badui di pedalaman Kabupaten Lebak agar menjaga kebersihan ketika berkunjung ke kawasan itu.

"Kami berharap warga luar tidak mengotori kehidupan masyarakat Badui," kata Wahidin saat perayaan Seba Badui di Pendopo Pemprov Banten, Serang, Sabtu.

Pemerintah Provinsi Banten mengapresiasi kehidupan masyarakat Banten yang aman, nyaman, dan damai.

Pemerintah Provinsi Banten meminta warga Badui tetap konsisten menjaga lingkungan alam agar hijau dan lestari.

Baca Juga: Kementerian ESDM : Pasokan listrik Jateng-DIY Aman
DKI Jakarta akan Punya Provinsi Kembar di Maroko

"Jika ada tamu dari luar mengotori dan merusak lingkungan masyarakat Badui maka segera laporkan kepada kepolisian dan TNI," kata Wahidin.

Menurut dia, selama ini Pemerintah Provinsi Banten tidak mengganggu kehidupan komunitas masyarakat Badui, tidak melakukan kerusakan ataupun memengaruhi budaya mereka.

"Kami punya teman kuliah dari Amerika Serikat selalu mempertanyakan kehidupan masyarakat Badui. Mereka warga asing tidak habis-habisnya menceritakan kehidupan masyarakat Badui," katanya.

Kepala Desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak yang juga pemuka masyarakat Badui Saija mengatakan perayaan Seba tahun 2018 dihadiri sebanyak 1.388 orang, termasuk di antaranya Badui Dalam sebanyak 47 orang.

Selama ini, komitmen masyarakat Badui menjaga hutan, gunung dan sungai agar tetap lestari dan hijau.

Bahkan, masyarakat Badui juga melakukan ritual keselamatan alam agar tidak menimbulkan bencana alam. Ritual itu di antaranya di Gunung Honje, Gunung Bongkok dan Gunung Madur dan tahun 2019 melakukan ritual di Lapindo, Jawa Timur.

Masyarakat Badui yang tinggal di kawasan hak tanah ulayat seluas 5.100 hektare dengan penduduk 12.000 jiwa hingga kini aman dan damai.

Dari 5.100 hektare itu di antaranya seluas 3.000 hektare hutan adat sehingga tidak bisa dijadikan permukiman maupun garapan pertanian.

"Kami dititipi oleh leluhur untuk menjaga kawasan hutan adat seluas 3.000 hektare dan tidak melakukan penebangan maupun kerusakan," katanya.

Perayaan Seba tahun 2018 itu dihadiri oleh Wakil Gubenur Banten Andika Hazrumi, Kapolda Brigjen Pol Listyo Sigit Prabowo, dan Komandan Korem Maulana Yusuf (MY) Serang Kolonel Czi Budi Hariswanto.

Berita Terkait

Wisata Badui Mendunia Karena Unik Wisata Badui Mendunia Karena Unik
Daftar Nama Korban Tewas Akibat Crane Jatuh Daftar Nama Korban Tewas Akibat Crane Jatuh
KontraS Sebut Pilkada Momentum Menyulap Figur Politik Lokal KontraS Sebut Pilkada Momentum Menyulap Figur Politik Lokal

#Baduy Luar #Seba Baduy #budaya #adat #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar