Petani Garut Belum Mampu Produksi Bawang Putih

Seorang warga menjemur bawang merah jenis Karet di halaman rumahnya di kawasan lereng Gunung Sumbing Desa Tanggulangin, Selopampang, Temanggung, Jawa Tengah, Selasa (24/5). Menurut petani setempat sejak sepekan terakhir harga bawang merah merosot menjadi Rp10 ribu perkilogram dari harga sebelumnya pada kisaran Rp16 ribu akibat panen bersamaan di daerah penghasil Bawang Merah. (Foto: Antara/Anis Efizudin)

Arah -  Petani Kabupaten Garut, Jawa Barat, belum mampu memproduksi bawang putih untuk memenuhi permintaan pasar lokal karena dianggap tidak memberikan keuntungan dibandingkan menanam jenis sayuran lainnya, akibatnya bawang putih harus didatangkan dari luar kota bahkan impor.

"Bawang yang dijual di kita masih impor karena Garut belum mampu memproduksi bawang putih," kata Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Beni Yoga, kepada wartawan di Garut, Kamis.

Ia menuturkan Kabupaten Garut merupakan daerah pertanian dengan berbagai jenis sayurannya yang selama ini mampu memenuhi kebutuhan pasar lokal di Garut maupun beberapa kota besar seperti Bandung dan Jakarta.

Namun tanah yang subur di Garut ini, kata dia, ternyata tidak menjadi daya tarik para petani untuk menanam bawang putih, petani lebih cenderung menanam bawang merah dan jenis sayuran musiman lainnya.

"Banyak faktor mengapa petani tidak mau menanam bawang putih, seperti masalah kecocokan lahan, atau biayanya lebih tinggi sementara keuntungannya sama dengan menanam jenis sayuran lainnya," katanya seperti dilansir Antaranews.

Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah, Kamis Petang Menguat ke Rp13.931
Kemristekdikti luncurkan KKN Tematik Citarum Harum

Ia mengungkapkan, persoalan yang menjadi pertimbangan petani tidak mau menanam bawang putih yaitu terkait biaya atau modal tanam hingga perawatan sampai panen yang cenderung tinggi.

Bahkan petani di Garut, kata dia, membandingkannya dengan biaya untuk tanaman bawang merah dalam satu hektare dapat menghasilkan tujuh ton, sedangkan bawang putih hasilnya 4 ton sementara besaran modal dan harga jualnya sama di pasaran.

"Hasil produksinya tidak maksimal, artinya petani tidak mau menanam bawang putih karena biayanya tinggi, hasilnya sedikit," katanya.

Ia menyampaikan, persoalan produksi bawang putih itu menjadi perhatian pemerintah daerah untuk berusaha mendorong petani agar mau menanam bawang putih dengan disediakannya bibit dan lahan.

Pemerintah daerah, kata dia, sedang mencoba menanam bawang putih di lahan seluas 10 hektare di Kecamatan Bayongbong dengan harapan Garut menjadi daerah pemasok bawang putih.

"Kita coba tanam di Bayongbong, bibitnya sementara didatangkan dulu dari Lombok, sekarang sudah berjalan tiga minggu, kita tunggu hasilnya tiga bulan ke depan," katanya.

Berita Terkait

Barito Utara Gunakan Mulsa untuk Ujicoba Kembangkan Bawang Merah Barito Utara Gunakan Mulsa untuk Ujicoba Kembangkan Bawang Merah
Benarkah Bawang bombay Bisa Sebagai Perawatan Rambut? Benarkah Bawang bombay Bisa Sebagai Perawatan Rambut?
Daftar Nama Korban Tewas Akibat Crane Jatuh Daftar Nama Korban Tewas Akibat Crane Jatuh

#bawang merah #bawang putih #Harga Bawang Putih #harga bawang merah #impor bawang merah #Lahan #Lahan Pertanian #Bandung #Jakarta #Sayuran #garut #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar