Tim BKSDA Jambi Giring Tiga Ekor Gajah ke Habitatnya

Gajah di kehidupan alam liar (Foter/Wayne Dilger)

Arah -  Tim dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Jambi menggiring kembali ke habitatnya tiga ekor gajah Sumatera (elephans maximus sumatrensis) yang masuk ke lahan perkebunan warga di Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi.

Kepala seksi (Kasi) Wilayah II BKSDA Provinsi Jambi, Wawan Gunawan saat dihubungi, Selasa, membenarkan bahwa sejak tiga ekor gajah masuk dan merusak areal perkebunan sawit milik warga dan perusahaan di Tebo. Saat ini kini tim sedang melakukan upaya penghalauan terhadap gajah tersebut.

"Upaya yang kami lakukan saat ini adalah sedang menghalau dan menggiring kembali gajah-gajah tersebut untuk bisa kembali ke dalam habitatnya, sehingga tidak lagi menganggu dan merusak areal perkebunan sawit milik warga dan perusahaan," kata Wawan.

Tiga tim dari BKSDA Jambi yang turun ke lokasi dibantu oleh warga . Mereka bersama-sama menggiring kembali gajah tersebut dengan cara membuat api unggun atau obor besar di kawasan areal perkebunan tersebut.

Baca Juga: Ini Penyebab Kematian Gajah-Gajah di Aceh
Begini Ungkapan Artis Chicco Jerikho Terkait Perburuan Liar Gajah

"Cara yang paling efektif untuk menghalau gajah agar tidak masuk kembali ke areal perkebunan warga dan perusahaan dengan membuat api unggun dan obor api pada sore hingga malam hari," kata Wawan Gunawan, seperti dilansir Antaranews.

Sifat gajah saat pagi dan siang hari, biasanya tidur dan kembali ke dalam hutan dan gajah tersebut akan kembali mencari makan pada sore dan malam hari, sehingga cara paling efektif menghalau gajah adalah dengan menggunakan api unggun.

Dalam kasus tiga ekor gajah Sumatera yang masuk ke areal perkebunan warga di Desa Kandang Kecamatan Tebo Tengah Kabupaten Tebo, sejak seminggu lalu sempat meresahkan warga karena tanaman sawit muda milik warga habis dimakan kawanan gajah.

Pihak BKSDA Jambi mencatat, di Kabupaten Tebo ada dua lokasi yang memang sering didatangi oleh kawanan gajah Sumatera.

Selain di Desa Kandang, juga ada Desa Suo Suo Kecamatan Tebo Tengah Kabupaten Tebo yang menjadi areal pelintasan gajah sehingga sudah dipasang alat pemantau GPS untuk mengetahui lokasi gajah tersebut, kata Wawan Gunawan.

Berita Terkait

Ditabrak Kereta, Lima Ekor Gajah Mati Ditabrak Kereta, Lima Ekor Gajah Mati
Bayi Gajah Betina Lahir di Taman Nasional Way Kambas Bayi Gajah Betina Lahir di Taman Nasional Way Kambas
Puluhan Gajah Serbu Desa di Tanzania , Warga Panik dan Ketakutan Puluhan Gajah Serbu Desa di Tanzania , Warga Panik dan Ketakutan

#Gajah #Gajah Liar #Habitat Gajah #Gajah Sumatera #Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) #Jambi #Perkebunan Sawit #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar